Rabu, 22 Juli 2026

Ngabdi Bersama HMPS BSA 2026

 


Niat yang tulus tanpa aksi yang nyata akan menjadi sebuah angan-angan, sementara aksi tanpa ketulusan hanya akan melahirkan pelayanan kaku dan tidak berkelanjutan. Prinsip inilah yang menjadikan mahasiswa berkomitmen untuk berjalan bersama masyarakat melalui ilmu yang mereka dapatkan di masa perkuliahan sebagai bentuk pengabdian. sebagai tonggak agar dapat memberikan ilmu yang mereka dapat saat masa perkuliahan untuk terjun kepada Masyarakat.

Tulungagung, 13-18 Juli 2026, hmps bsa melaksanakan salah satu program kerja yang tertera pada divisi dakwah wal ilmiah yakni Ngabers (Ngabdi Bersama). Kegiatan rutin yang diadakan setahun sekali ini mengusung tema “Mengabdi dengan hati, Melayani dengan aksi”, dimana para anggota akan bersedia mengabdi dan membantu masyarakat dengan sepenuh hati disertai dengan tindakan yang solutif & proaktif. Pengabdian kali ini dilaksanakan dalam kurun waktu 6 hari yang bertempat di Desa Dono, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung.

Senin, 13 Juli 2026, pembukaan kegiatan diawali dengan pembekalan oleh bapak Nuryani selaku Koorprodi BSA di Gedung Prajnaparamita Lt.1 UIN Tulungagung. Setelah selesai, pemberangkatan menuju lokasi pun dimulai, sesampainya disana para anggota akan bersiap untuk mengikuti rangkaian acara pembukaan bersama perangkat desa yang diselenggarakan di Balai Desa Dono. Acara berjalan penuh khidmat hingga sore haripun tiba. Para anggota bersiap-siap untuk mengaji bersama santri TPQ, suasana sangat riuh akan antusiasisme para santri TPQ dan para assatiz/ah yang menyambut kami dengan hangat dan penuh semangat.

Dilanjutkan pada hari kedua, kegiatan yang dilaksanakan adalah mengajar pada lembaga madrasah yakni Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Huda Dono Sendang. Kegiatan diawali dengan do’a bersama seluruh siswa dan guru di halaman sekolah. Kegiatan doa bersama sudah menjadi rutinitas pagi para siswa dan guru sebelum memulai belajar dikelas. Kemudian dilanjut dengan mengajar pada kelas yang telah ditentukan.

Sore harinya, kegiatan dilanjutkan dengan belajar bersama santri TPQ. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari berturut-turut.

Memasuki hari terakhir, sabtu 18 juli 2026. Kegiatan diawali dengan senam pagi seluruh anggota kemudian dilanjutkan dengan khotmil qur’an bersama. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan penuh khidmat dan rasa syukur antara para anggota dengan dihadiri salah satu dosen BSA dan bersama perwakilan perangkat desa di Balai Desa Dono.

“Harapan saya, semoga ditahun mendatang kegiatan ini dapat berlanjut dan kami merasa beruntung sekali karena kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dapat memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat, murid-murid, maupun yang di TPQ, dan semoga apa yang sudah diajarkan oleh mahasiswa disini dapat dilanjutkan lagi diluar sana seperti menjadi guru ataupun assatiz/ah agar bisa membawa lebih maju lagi madrasah maupun TPQ nya”. Ujar salah satu peragkat Desa Dono.

Sementara itu, Bapak Rohmat selaku perwakilan dosen BSA berpesan “Alhamdulillah, pengabdian ini merupakan langkah awal sebelum KKN dan saya berharap semoga program-program kedepannya lebih difokuskan pada peningkatan kemampuan berbahasa, yang dimana apa yang telah kalian pelajari saat di perguruan dapat dipraktekkan dan diajarkan kepada tempat-tempat pendidikan yang ada di desa tempat kalian mengabdi”.

Pesan mendalam tersebut menjadi cermin sekaligus pengingat bahwa ilmu akademik yang diperoleh saat berada di bangku perkuliahan akan benar-benar bernyawa dan bermanfaat saat kita hadirkan langsung di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, pengabdian bukanlah tentang seberapa riuh tepuk tangan yang kita terima, melainkan seberapa mendalam jejak kebaikan yang kita tinggalkan disana.


Penulis: kawan literasi & jurnalistik 26

Kamis, 11 Juni 2026

Seminar Editing & Branding HMPS BSA

 

     Tulungagung, 05 Juni 2026, Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa & Sastra Arab (HMPS BSA) telah sukses menyelenggarakan seminar edting & branding. 

     Acara ini merupakan salah satu program kerja yang ada pada divisi kominfo dengan mengambil tema “Membangun Personal Branding lewat Editing’’, yang dimana acara ini diselenggarakan dengan tujuan sebagai ruang belajar teman-teman mengenal lebih dalam terhadap editing. Dan persiapan dari pelaksanaanya pun sangat matang karena jauh-jauh hari acara seminar ini telah direncanakan dengan persiapan waktu yang cukup lama. Peserta yang hadir pun tidak kalah semangat dengan mahasiswa BSA sendiri, yakni ada dari prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan Konseling Islam (BKI), dan Tadris Bahasa Indonesia. 

    Seminar yang dilaksanakan di ruang multimedia, Gedung Saifuddin Zuhri ini menghadirkan pemateri yang sangat kompeten. Yakni saudara Marta Prawira Yekti yang merupakan mahasiswa aktif semester 4 prodi KPI. Disamping itu, acara dipandu dengan MC dan dialihkan kepada moderator. Disini beliau menyinggung mengenai skill konten yang harus digunakan oleh anak muda zaman sekarang, jadi materi yang akan beliau bahas tentang membangun personal branding dengan konten.

     Personal branding adalah persepsi terarah tentang keahlian dan keunikan yang dimiliki oleh diri sendiri yang dibentuk di benak para audiens. Dengan konten kita dapat membangun personal branding dengan efektif dan efisien, karena konten berfungsi sebagai kendaraan utama dengan misi yang jelas yakni mengedukasi, menghibur, maupun memicu sebuah diskusi.

     Proses ini dicapai dengan menentukan tujuan, value, dan impact atau dampak bagi audiens, lalu dikemas secara autentik melalui metode storytelling (Hook-Story-Offer) serta didukung oleh kualitas visual dan audio yang memukau.

     "Dalam era digital ini, pengambilan tema personal branding dirasa cukup penting, karena mahasiswa tidak cukup untuk diberi omongan saja, melainkan diberi praktek melalui konten ataupun video, dan kita dapat menunjukkan kelebihan dari kita sendiri melalui personal branding yang kita buat, khususnya Mahasiswa BSA sendiri" pungkas M. Firdho Nurarif selalu ketua umum HMPS BSA saat sesi wawancara kemarin.

     Acara berlangsung dengan lancar dan diakhiri sesi foto dan pengumuman pemenang video terbaik dari peserta.


Penulis : Kawan Literasi & Jurnalistik 26 

Jumat, 05 Juni 2026

Kajian Diksi & Logika HMPS BSA

   


  Fajar menyapa dengan semburat jingga yang memukau. Angin sejuk berbisik lembut di antara pepohonan, membawa aroma tanah basah. Pagi ini menjanjikan keindahan dan harapan baru yang siap kita peluk.  Sabtu, 30 Mei 2026 divisi intelektual HMPS BSA 2026 menyelenggarakan kegiatan positif untuk mengasah ketajaman berpikir kritis lewat kajian diksi dan logika.

     Acara yang dijadwalkan digelar selama sebulan sekali tersebut diselenggarakan pertama kali di warkop Gayeng. Acara yang dihadiri oleh mahasiswa BSA ini sukses menciptakan ruang diskusi dan juga menumbuhkan ketajaman berpikir kritis lewat tema pembahasan yaitu "pengantar sastra". Pembahasan meliputi tentang pengertian sastra, fungsi sastra, sejarah singkat sastra arab. 

     Salah satu mahasiswa BSA semester 6, _akhi_ Ahmad Isnaini Al Ghifari yang juga sebagai pemantik pada perdiskusian tersebut memaparkan bahwa sastra yang dalam bahasa arab diterjemahkan sebagai الأدب dimana kata tersebut pada zaman jahiliyah diambil dari kata مأدبة atau memiliki arti jamuan makan.

     Acara yang dimulai jam setengah 10 pagi ini berjalan dengan lancar dengan durasi kurang lebih 2 jam. Meliputi pemaparan materi dari pemantik serta saling tukar argumen dan pengetahuan dari para mahasiswa BSA. 

     "Kegiatan kajian diksi dan logika ini diharapkan dapat menjadi bekal pengetahuan tambahan bagi mahasiswa BSA, sebagai refleksi ulang pengetahuan yang telah didapat selama perkuliahan, serta sebagai upaya agar ruang diskusi di kampus tetap hidup" pungkas _akhi_ Salik selaku penanggung jawab kegiatan kajian diksi dan logika ketika wawancara kemarin.


Penulis: kawan literasi & Jurnalistik 26

Kamis, 28 Mei 2026

Seminar & Workshop Internasional Prodi BSA

 

Tulungagung, 17-18 Mei 2026, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab telah suskes menyelenggarakan seminar berbasis Internasional yang didukung penuh oleh para dosen dengan mengangkat Tema: “ARABIC LITRARY TEXTS ANALYSIS: BETWEEN THEORY AND PRACTICE” yang dibawakan oleh beberapa narasumber sebagai berikut :

1. Prof. Faishol Mahmud Adam Ibrahim yang berasal dari Al Qur’an Al Karim University of Sudan

2. Prof. Bakri Muhammad Bakhit Ahmad yang berasal dari University of the Holy Quran and Islamic Sciences of Sudan

3. Dr. Muhammad Wahyudi, M.Pd yang merupakan Head Of Departemen Of Arabic Langage Teaching at Universitas Darussalam Gontor

4. Prof. Dr. Aprinus Salam, S.S., M.Hum. yang merupakan Leguage Communication of culture/Literary Theory/Literary Studies/Universitas Gadjah Mada

Memasuki hari pertama, pemaparan materi akan disampaikan oleh 3 pemateri sekaligus, yakni Prof. Faishol Mahmud Adam Ibrahim, Prof. Bakri Muhammad Bakhit Ahmad, dan Dr. Muhammad Wahyudi yang dipandu oleh moderator yakni Ustadz Mudhor Aly. M.Hum. Yang bertempat di aula auditorium lt.5 gedung Prajna Paramita.

Pemaparan materi yang pertama membahas mengenai analisis dan pemahaman pada teks sastra meliputi: suara, morfologi, tata bahasa serta maknanya. Berdasarkan dari pemaparan materi, bahwa keterampilan dalam menganalisis sebuah teks sastra  juga memiliki langkah yang cukup esensial berjumlah 4, diantaranya:

  1. Langkah awal dalam seuah analisi yang mendalam agar dapat memahami dasar secara mendalam untuk menangkap makna secara umum pada teks sastra tersebut
  2.  Selanjutnya, membedah struktur pada teks tersebut menjadi unit bagian-bagian   pemikiran yang saling keterkaitan satu sama lain
  3.   Melakukan analisis secara lesikal dan semantik untuk menentukan medan sebuah makna, menjelaskan kosakata serta memahmi arti kata dalam konteknya pada sebuah teks sastra tersebut
  4.   Melakukan analisis secara retoris dan fitugrafi guna mengidentifisasi citraan bahasa seperti metafora, penyerupaan sampai keindahan gaya bahasa lainnya dalan memahami sebuah teks sastra

Kemudian, disusul dengan pemaparan materi kedua tentang metode efektif yang mempermudah dalam memahami sebuah teks sastra arab. Metode sebelum memahami teks arab juga melalui beberapa kriteria dalam pemilihan teks sastra, meliputi:

  1.  Gradasi (Analisis tingkat kesulitan dan kesesuaiannya pada teks yang dipilih)
  2.   Kosakata yang umum atau yang populer digunakan
  3.   Panjang durasi atau ukuran teksnya serta kesesuaian konteks dalam teks tersebut
  4.   Tingkat keaslian atau otentisitas pada sebuah teks

Selain kriteria, beliau juga menyebutkan pula metode dalam pengajaran pada teks sastra:

  1. Metode Teks
  2. Metode dialog 
  3.  Metode memahami dengan menghafalkannya  
  4. Metode Induktif: yakni memahami isi pokok dalam teks tersebut

Dan yang terakhir adalah metode yang efektif dalam memahami teks sastra:

  1.   Strategi dalam membaca
  2.  Integrasi dala Budaya
  3.   Metode Interaktif
  4. Serta, evaluasi sekaligus penilaian dalam pemahaman teks tersebut

Dan materi selanjutnya akan membahas mengenai : sebelum menganalisis, pentingnya untuk mengetahui hal-hal tersebut, yakni: jenis, bentuk, sifat atau karakteristik, gaya atau pola, serta gaya bahasa pada sebuah teks.

Dari narasumber  dapat disimpulkan, bahwa pengajaran pada sebuah teks sastra modern pada tingkat universitas merupakan hal yang sangat penting, disebabkan melalui pengajaran ini para pengajar dapat memadukan antara pandangan secara teoritis dan strategi pembelajaran secara praktis untuk pengembangan keterampilan berpikir secara kritis dan kesadaran budaya pada individu setiap mahasiswa.

Dr. Muhammad Wahyudi juga menyampaikan bahwa teks sastra dianggap sebagai Khazana (Harta Karun) dalam sebuah pengetahuan dan budaya yang sangat layak untuk dipelajari, dianalisis serta diajarkan. Sungguh, memahami karakteristik teks-teks ini serta tujuan-tujuannya sampai landasan dasar yang memahami acuannya. Hal tersebut membuktikan bahwa pentingnya memahami esensi dasar dari setiap teks sastra.

Memasuki hari kedua, seminar dilanjutkan dengan narasumber yang berasal dari Universitas Gadjah Mada, yakni Prof. Dr. Aprinus Salam, S.S., M.Hum.

Disini narasumber menyampaikan materi tentang “Mengkaji Imajinasi Fiksional Manusia”. Dalam tulisan beliau menjelaskan kajian sastra itu harus berupa data sastra (sebagai data fiksional yang imajinatif) dan sastra sendiri harus berupa prosa yakni novel ataupun cerpen. Menurut beliau, masalah utama dalam kajian sastra saat ini adalah adanya ketergantungan pada teori barat dan para peneliti sastra cenderung menempatkan sastra sebagai data sosial, seperti: kajian feminisme, sosiologi sastra, psikologi sastra. Jadi, sebenarnya kajian sastra ini bersifat fiksi dan dapat ditulis melalui sebuah imajinasi.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara para peserta dengan pemateri, dan diakhiri sesi foto bersama panitia, narasumber, dan para peserta.


penulis: kawan literasi & jurnalistik 26

Sabtu, 02 Mei 2026

WORKSHOP JURNALISTIK BSA 2026

 


Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Sayyid Ali Rahmatulloh Tulungagung periode 2026 telah sukses menyelenggarakan salah satu program kerja yang ada pada HMPS BSA Divisi Literasi & Jurnalistik yakni Workshop Jurnalistik dengan tema : “RETORIKA DAN KRISIS OBJEKTIVITAS DALAM JURNALISME DIGITAL : MEMBANGUN OPINI DAN ARGUMENTASI YANG KRITIS DI TENGAH ARUS INFORMASI” yang dibawakan oleh pemateri Marshall Ilmie El Azyzie yang merupakan mahasiswa aktif BSA semester 6 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan moderator yang memandu jalannya acara yakni Kiky Ainurrohmah (Mahasiswa aktif BSA semester 4 UIN SATU) yang dilaksanakan pada hari kamis, 30 April 2026 bertempat di ruang multimedia lantai 3 gedung Saifuddin Zuhri.

HMPS BSA mengambil tema ini dengan tujuan untuk memahami peran retorika yang menunjukkan bahwa retorika merupakan seni berbicara dan menulis, guna menyakinkan suatu ucapan atau argumen dengan mengembangkan kemampuan berfikir secara kritis yang mampu menyaring, menganalisis, serta merumuskan argumen yang valid, agar para audiens tidak mudah terpengaruh oleh judul yang provokatif di era banjir informasi dalam dunia digital. Bapak Dr. Nuryani, S.AG., M.Pd.I selaku koorprodi BSA, beliau berpesan kepada mahasiswa agar selalu

 ان تكون الكتابة جيدة, ان تكون الكتابة صحيحة, و ان لا تكون تؤذي أخرين

Artinya: jadikanlah tulisanmu itu menjadi baik dan benar, dan jangan jadikan tulisanmu itu dapat melukai hati seseorang. Pesan ini mengajak kita untuk selalu berfikir “apakah tulisan yang kita tulis sudah baik dan benar?, atau apakah tulisan yang telah kita tulis telah melukai hati seseorang baik sengaja ataupun tidak”. Maka dari itu, jangan apa yang sampai tidak kita sukai tercurahkan melalui sebuah tulisan, karena dengan tulisan yang baik dan benar kita dapat menjadi seorang penulis yang hebat. Dengan ini kita dapat menyadari bahwa tulisan sangatlah berpengaruh untuk jati diri seseorang.

Pemateri dalam acara tersebut adalah Marshall Ilmie El Azyzie yang merupakan seorang penulis buku improvement self yang berjudul “SETITIK AIR” di lautan makna, menjadi arus kecil yang menggerakkan samudera kebaikan. Beliau juga mahasiswa berprestasi yang sering menyabet juara seperti debat bahasa arab tigkat nasional dan asean. Serta pengalaman organisasi beliau yang sungguh luar biasa hebatnya. Disini beliau menjelaskan bahwa problematika sekarang adalah ketergantungan seseorang terhadap gawai/gadget dan sulitnya mengambil informasi yang valid di tengah derasnya informasi era digital serta memakan mentah-mentah informasi yang belum jelas kebenarannya.

Materi pertama yang akan dibawakan oleh beliau membahas mengenai Silogisme, yang dimana silogisme ini adalah bentuk penalaran deduktif logis yang menarik kesimpulan (konklusi) dari dua pernyataan yaitu (permis mayor & permis minor) yang saling berhubungan yang bertujuan untuk memastikan agar argumen sistematis dan valid. Selanjutnya ada framing, “apa itu framing?”. Framing adalah teknik penyajian informasi dengan memilih sudut pandang, kata-kata atau konteks tertentu untuk memengaruhi persepsi dan pemahaman khalayak terhadap suatu isu. Kenapa framing sangat penting? karena framing bukan hanya sekedar menyampaikan sebuah fakta, melainkan juga menyederhanakan informasi menjadi kompleks dan mengarahkan interprestasi agar bermakna, serta dapat membangun reaksi emosional dan rasa empati.

Materi yang ketiga membahas mengenai retorika yang dicetuskan oleh Aristoteles. Retorika Aristoteles adalah seni persuasi yang didefinisikan sebagai kemampuan menemukan alat-alat menyakinkan yang tersedia dalam situasi apapun. Berikut 3 pilar utama Aristoteles dalam membangun sebuah argumen yang persuasif:

1.      ETHOS (Kredibilitas) adalah karakter personal dan latar belakang dari pembicara yang membuat audiens percaya.

2.      PATHOS (Emosi) adalah kemampuan pembicara dalam memainkan emosi, perasaan, dan kerangka berfikir audiens.

3.      LOGOS (Logika & Data) adalah sebuah pembuktian dari isi pidato itu sendiri dengan memberikan bukti dan argumen yang logis.

Dengan demikian, Krisis Objektivitas muncul ketika ketiganya tidak digunakan untuk menjelaskan realitas, melainkan untuk mengarahkan persepsi terhadap realitas.

Acara berlangsung dengan khidmat dan lancar dan diakhiri sesi foto bersama seluruh peserta, panitia, dan narasumber. Muhammad Firdho Nurarif selaku ketua umum berpesan untuk setiap pengurus organisasi agar tidak adanya miscommunication personal maupun chemistry.



penulis: kawan literasi & jurnalistik 26

Sabtu, 14 Februari 2026

DOM & RAKER HMPS BSA 2026

    Tulungagung, 06-07 Februari 2026. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Arab telah sukses melaksanakan Diklat Organisasi Mahasiswa dan Rapat Kerja dengan tema “ KESADARAN KOLEKTIF, ORGANISASI PROGRESIF: Mengokohkan Kolaborasi Demi Kepengurusan HMPS yang Harmonis”. HMPS BSA mengambil tema ini dengan tujuan membangun kesadaran bersama bahwa keberhasilan HMPS tidak bergantung pada individu, melainkan dengan menguatkan hubungan dan kerja sama antara berbagai divisi, dan membentuk kepengurusan yang solid, dan berjalan dengan harmoni demi tercapainya visi dan misi HMPS yang bermanfaat bagi seluruh mahasiswa.

    Memasuki hari pertama, HMPS melaksanakan kegiatan DOM atau Diklat Organisasi Mahasiswa yang diselenggarakan pada hari Jum’at (06/02) yang bertempat di Wisma Musyawarah yang diikuti oleh seluruh peserta HMPS. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat suci alqur’an dan dilanjutkan dengan serangkain acara sambutan yang juga dibawakan oleh koorprodi (Koordinator Program Studi) BSA yakni Dr. Nuryani, S.Ag., M.Pd.I. yang menekankan pentingnya untuk berorganisasi.

    Rangkaian acara dilanjutkan dengan 3 sesi pembekalan materi yang menghadirkan para pemateri yang kompeten:

  1.   Administrasi oleh Fika Bagus Pranata yang membahas pentingnya administrasi dan kepenulisan naskah surat, SOP, ataupun kode Ormawa.
  2.  Manajemen Organisasi oleh Muhammad Ikhsanudin yang membahas pentingnya sistem dan manfaat memanajemen organisasi.
  3.  Antropologi Kampus oleh Muhammad Burhanuddin yang membahas tentang struktur, budaya, dan hubungan yang terbentuk dalam lingkungan kampus.

Suasana acara sangat kondusif, karena para peserta sangat antusias mengikuti pembekalan materi hingga tiba sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan pemateri.

      Pada hari kedua, Sabtu (07/02) diselenggarakannya Rapat Kerja (RAKER) yang disampaikan setiap divisi guna merumuskan program kerja untuk periode 1 tahun kedepan. Setiap divisi akan membacakan rancangan program kerja yang dihadiri oleh ketua DEMA & SEMA guna memberi masukan kepada para pengurus terhadap program kerjanya agar lebih efektif dan strategis. Selain Badan Pengurus Harian (BPH) terdapat 5 divisi yang ada dalam prodi BSA, diantaranya:

  1. Dakwah Wal Ilmiah yang berfokus pada pegenalan program studi Bahasa dan Sastra Arab kepada khalayak umum serta memberikan pengabdian kepada masyarakat sekitar.
  2. Intelektual berfokus pada pengembangan intelektual melalui kajian diksi dan forum yang melibatkan pengembangan pemikiran mahasiswa BSA.
  3. Pengembangan Bahasa dan Sumber Daya Masyarakat yang berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa mahasiswa BSA dan bakat minat sumber daya masyarakat.
  4. Literasi dan Jurnalistik berfokus pada pengembangan kemampuan dalam aspek literasi dan jurnalistik
  5. Kominfo berfokus pada pendokumentasian seluruh kegiatan hmps BSA dan mengembangkan kemampuan teknologi informatika mahasiswa BSA. 

     Acara ditutup dengan sesi foto bersama dengan seluruh peserta, narasumber, dan panitia. Hafid Fairuzzaky selaku ketua pelaksana berharap dengan dilaksanakan acara DOM & RAKER para pengurus baru dapat menjalankan visi dan misi dengan amanah dan bertanggung jawab.



Penulis: Kawan Literasi dan Jurnalistik26




Rabu, 29 Oktober 2025

OKAZ FEST HMPS BSA 2025

 Bahasa, Ilmu, dan Peradaban: Peran Filologi dalam Revitalisasi Manuskrip Kuno"

    Tulungagung, 27 - 28 Oktober 2025. Gelombang semangat keilmuan Arab menyapu HMPS Bahasa dan Sastra Arab (BSA). Divisi Intelektual sukses menggelar Okaz Fest 2025. Acara bergengsi ini berlangsung megah selama dua hari, di dua lokasi berbeda. Gedung UKM pada hari pertama, dan Gedung Pascasarjana pada hari kedua. 

    Nama Okaz diambil dari nama Pasar “عكاظ”, sebuah pasar legendaris di Jazirah Arab yang tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga arena kompetisi sastra dan intelektual para penyair Arab klasik. Di pasar inilah karya-karya sastra terbaik dipamerkan dan dinilai.

    Pemilihan nama "Okaz" bertujuan sebagai pembeda dari nama acara kampus yang cenderung beragam. Nama ini menegaskan bahwa Okaz Fest bukan sekadar ajang lomba biasa, melainkan gelanggang pembuktian kemahiran berbahasa Arab dan ruang dialog peradaban. Seperti Pasar Ukaz tempo dulu, Okaz Fest 2025 menghidupkan kembali semangat kompetisi positif dan keunggulan bahasa dalam setiap ekspresi intelektual bukan sekadar festival, tetapi perayaan peradaban.

    Hari pertama, Gedung UKM berubah menjadi arena persaingan intelektual yang memukau. Dipandu oleh Muhammad Al Faroby, mahasiswa semester 3 Prodi BSA yang menjabat sebagai Ketua Pelaksana, Okaz Fest 2025 menjadi sosok inspiratif yang memimpin tim dengan visi brilian dan dedikasi tak kenal lelah. serta membuka tirai dengan empat kategori lomba bergengsi: Khitobah (Pidato Bahasa Arab), Qiroatus Syi'ri (Baca Puisi), Ghina' Aroby (Menyanyi Arab), dan Qiroatul Akbar (Baca Berita Arab).

    Para finalis yang telah melewati seleksi ketat tampil memukau dengan kemahiran berbahasa Arab yang luar biasa. Setiap penampilan bukan hanya menampilkan kecakapan linguistik, tetapi juga kedalaman apresiasi terhadap kekayaan sastra dan budaya Arab.

Berikut daftar pemenang yang membanggakan:

Juara Khitobah

1. Thoriq Syaqil Birri – El-Kaffah Center, Malang  

2. Afryandi Pamungkas – Universitas Darussalam Gontor  

3. Mecca Permata Amalia – Markaz Arabiyah, Pare, Kediri  

Juara Qira'atus Syi'ri

1. Fazila Rahmadina – Markaz Arabiyyah  

2. Ubaidillah – Universitas An-Nuqoyah  

3. Izza Fahmiyatul Ilmi – UIN Sunan Ampel, Surabaya  

Juara Ghina' Aroby 

1. Silvia Kurnia Sari – UIN Syekh Wasil, Kediri  

2. Syakira Naila Salsabila – SMA Mambaus Sholihin  

3. Atika Fitri Wulandari – UIN Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung  

Juara Qiro'atul Akbar

1. Abdul Khaliq – PP An-Nuqoyah  

2. Nurusyafiqoh El-Farros – Markaz Arabiyyah  

3. Andy Rahmatillah – Universitas Annuqoyah  

    Riuh rendah tepuk tangan mengiringi pengumuman setiap juara. Kegembiraan para pemenang berpadu dengan semangat sportivitas yang tinggi dari seluruh peserta, menciptakan suasana persaudaraan akademis yang hangat.

    Hari kedua, acara bergeser ke Gedung Pascasarjana, sekaligus menandai penutupan Okaz Fest 2025 yang penuh makna. Pagi hari dimulai dengan penampilan mahasiswa BSA yang menghibur hadirin melalui pertunjukan drama yang memukau. Kaprodi Program Studi BSA, Dr. Nuryani Iskandar, S.Ag., M.Pd.I. secara simbolis memotong tumpeng sebagai tanda ungkapan syukur atas kesuksesan acara sekaligus harapan agar tradisi keilmuan terus tumbuh subur.

    Tema seminar bertajuk “Bahasa, Ilmu dan Peradaban: Peran Filologi dalam Revitalisasi Manuskrip Kuno”. Tema ini dipilih secara visioner karena filologi bukan sekadar ilmu bahasa kuno, melainkan jembatan sakral yang menghidupkan kembali manuskrip-manuskrip berdebu dari peradaban masa lalu. Melalui filologi, kita dapat melacak jejak peradaban Islam klasik, mengungkap hikmah tersembunyi, dan merelevansikannya dengan tantangan peradaban modern – dari etika digital hingga harmoni antar budaya. Ini adalah panggilan untuk generasi muda, jangan biarkan warisan leluhur tenggelam dalam kelam waktu, tapi revitalisasi lah agar menjadi lentera pencerahan di era kontemporer. 

    Puncak acara ini yakni, Seminar Dr. Arsanti Wulandari, S.S., M.Hum., Dosen Program Studi Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, hadir sebagai narasumber utama. Dengan kedalaman keilmuan yang memukau, beliau membedah bagaimana filologi—ilmu yang mengkaji teks-teks kuno—menjadi kunci membuka tabir peradaban yang hampir terlupakan.

    Dalam paparannya yang mendalam, Dr. Arsanti Wulandari menjelaskan bagaimana filologi berperan sebagai jembatan peradaban yang menghilangkan jarak waktu, jarak bahasa, dan jarak aksara antara masa lalu dan masa depan. Beliau mengilustrasikan dengan contoh naskah renggang atau wedana yang penuh motif indah, di mana setiap hiasan bukan sekadar ornamen estetis, melainkan simbol sarat makna dari sebuah cerita yang menunjukkan karakter khas naskah tersebut. Filologi berfungsi sebagai penghilang jarak melalui alih bahasa dan alih aksara, mentransformasikan teks kuno menjadi teks yang siap dipahami generasi modern, sehingga penguasaan bahasa dan aksara dalam kajian filologi hukumnya wajib.

    Dr. Arsanti menekankan bahwa filologi adalah tanda peradaban—sebagai sarana informasi masa lalu yang berguna untuk mengembangkan masa depan. Sebagai contoh, naskah kuno tentang rempah-rempah atau tanaman herbal dapat dikolaborasikan dengan ilmu farmasi modern untuk melahirkan kebaruan obat-obatan yang berdampak pada kemajuan peradaban. Filologi juga mengungkapkan kekhasan teks, seperti manuskrip Islam Jawa yang menunjukkan adaptasi bahasa Arab dalam konteks budaya lokal. Menanggapi pertanyaan peserta, beliau menjelaskan bahwa suatu naskah dikategorikan sebagai manuskrip kuno berdasarkan media naskah, jenis aksara, serta usia minimal 40 tahun atau lebih. 

    Dengan demikian, filologi bukan sekadar pelestarian teks, tetapi instrumen vital yang menghubungkan kebijaksanaan masa lalu dengan inovasi masa depan dalam pengembangan peradaban berkelanjutan.

    Diskusi yang dipandu oleh moderator, Dr. Ahmad Muhdhor, Lc., M.Pd.I., Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN SATU, berlangsung dinamis. Peserta seminar yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan pegiat kajian filologi dari berbagai institusi, antusias mengajukan pertanyaan dan berbagi wawasan. Ruang seminar dipenuhi energi intelektual yang menyegarkan, mencerminkan semangat generasi muda dalam melestarikan warisan peradaban.

    Acara ditutup dengan foto bersama seluruh panitia, peserta, narasumber, dan tamu undangan. Di balik senyum yang terpatri dalam bingkai foto, terpancar kebanggaan. Dua hari penuh makna telah mengukuhkan Okaz Fest sebagai lebih dari sekadar festival akademik—ia adalah gerakan intelektual yang mengingatkan kita bahwa bahasa adalah roh peradaban, dan melestarikannya adalah kewajiban setiap generasi.


Penulis : Sobat Literasi dan Jurnalistik ²⁴

Sabtu, 11 Oktober 2025

TANABBAH HMPS BSA 2025

 

    Ori Green Sendang, 9-10 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Arab (BSA) sukses menyelenggarakan kegiatan Tanabbah atau Malam Keakraban (MAKRAB) 2025 di Ori Green Sendang pada 9-10 September 2025. Acara yang dipimpin oleh Ketua Pelaksana Yusrin Faizatul Husnia dari Divisi Dakwah dan Ilmiah ini mengangkat tema inspiratif "Bahasa Menyatukan Kita, Sastra Menghidupkan Kita".

    Pemilihan tema "Bahasa Menyatukan Kita, Sastra Menghidupkan Kita" bukan tanpa alasan. Bahasa menjadi alat utama untuk menyatukan pikiran, perasaan, dan tujuan, baik dalam komunikasi sehari-hari maupun dalam proses pembelajaran. Sementara itu, sastra adalah napas yang menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan, imajinasi, dan ekspresi jiwa. 

    Dengan tema ini, malam keakraban tidak hanya menjadi ajang hiburan dan perkenalan, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan cinta terhadap bahasa Arab dan karya sastranya, mempererat ukhuwah antar generasi, serta menanamkan semangat belajar dan berkarya bersama.

    Kegiatan hari pertama dibuka dengan sambutan dari Koordinator Program Studi BSA, Dr. Nuryani Iskandar, S.Ag., M.Pd.I. yang menekankan pentingnya kegiatan seperti Tanabbah dalam membangun karakter mahasiswa. "Melalui kegiatan ini, saya berharap mahasiswa tidak hanya dekat secara akademis, tetapi juga membangun ikatan emosional dan spiritual yang kuat. Bahasa Arab bukan sekadar mata kuliah, tetapi jendela peradaban yang harus kita jaga bersama," ujar Bapak Nuryani.
Mochammad Faizun, S.S., M.Pd.I.
Moh. Nauval Zaki El-Fikri 
Basyaruddin Zainun Nafi'
Rangkaian acara dilanjutkan dengan tiga sesi pembekalan materi yang inspiratif:
1. Keprodian/Sastra oleh Mochammad Faizun, S.S., M.Pd.I., yang membahas pentingnya memahami sastra Arab sebagai bagian integral dari pembelajaran bahasa
2. Keorganisasian oleh Sobat Naufal Zaki El-Fikri , yang memberikan wawasan tentang manajemen organisasi dan kepemimpinan mahasiswa
3. Andir Ansos (Analisis Diri dan Sosial) oleh Sobat Basyarudin Zainun Nafi', yang mengupas dinamika sosial dalam kehidupan kampus
     Puncak acara hari pertama adalah sosialisasi Ithla (Ikatan Mahasiswa Program Studi) yang dihadiri langsung oleh Ketua DPW IV, Uwais Al-Qarni. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dan menambah semangat para mahasiswa untuk aktif dalam organisasi. 

     Memasuki hari kedua, suasana semakin cair dengan rangkaian fun games yang dirancang khusus untuk mempererat keakraban. Berbagai permainan edukatif dan menghibur berhasil mencairkan suasana dan mendekatkan mahasiswa lintas angkatan.
Acara Tanabbah ini tidak hanya menambah keakraban antar sesama mahasiswa BSA, tetapi juga memperkuat ukhuwah islamiyah, membangun solidaritas, dan menciptakan lingkungan belajar yang supportif. Para peserta tampak antusias dan merasakan manfaat besar dari kegiatan ini, baik dari sisi akademis, organisasi, maupun pembentukan karakter.

    Kegiatan Tanabbah HMPS BSA 2025 ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh kehangatan. Senyum dan kebersamaan terpancar dari wajah para mahasiswa, menandakan suksesnya acara dalam mencapai tujuan mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat belajar bersama.

    Yusrin Faizatul Husnia selaku Ketua Pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, pembicara, serta peserta yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. "Semoga keakraban yang terjalin hari ini menjadi fondasi kuat bagi kita untuk terus berkembang dan berkarya di bidang bahasa dan sastra Arab," pungkasnya.

Penulis : Sobat Literasi dan Jurnalistik ²⁴

Jumat, 11 Juli 2025

Ngabdi Bersama (NGABERS) HMPS BSA 2025

   Seorang penulis dan filsuf Prancis pada Era Pencerahan bernama Voltaire pernah berkata, “saya tahu tidak ada orang-orang hebat kecuali mereka yang memiliki pengabdian besar pada kemanusiaan”.

   Divisi dakwah wa ilmiah HMPS Bahasa dan Sastra Arab sukses mencetak sejarah baru dengan mengadakan acara yang berkesan bertajuk ngabdi bersama 2025 dengan tema "meningkatkan kapasitas menggapai kualitas" yang bertempat di desa Gador kec. Durenan kab. Trenggalek, selama 4 hari pada tanggal 07-10 Juli 2025. 

 Kegiatan diawali dengan acara pembukaan resmi yang berlangsung khidmat di Balai Desa Gador. Acara ini dihadiri oleh seluruh panitia, perangkat desa, serta Kepala Desa Gador, Bapak Waras. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya agar kegiatan ini bisa memberi dampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat.

   Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan program mengajar mengaji di berbagai TPQ yang tersebar di Desa Gador. Malam harinya, suasana desa semakin hangat dengan pelaksanaan Lailatus Sholawat dan pembacaan Maulid Diba’, yang diikuti antusias oleh pemuda dan warga desa.

   Hari kedua dimulai dengan kegiatan jalan sehat keliling desa sebagai bentuk interaksi awal dan pendekatan kepada masyarakat. Setelah itu, para peserta dan warga mengikuti sesi edukatif bertema Digital Marketing yang disampaikan oleh M. Fakhrul Hikam (sobat hikam) di Balai Desa. Materi ini diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.

   Sore harinya, kegiatan mengaji bersama santri TPQ kembali dilanjutkan dengan semangat yang sama. Selain menjadi ajang belajar-mengajar, momen ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan para santri.

   Di hari ketiga, kegiatan berfokus pada aksi sosial. Mereka melakukan kerja bakti membersihkan musholla dan masjid sekitar TPQ sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan fasilitas ibadah. Selanjutnya, dilakukan sosialisasi lanjutan mengenai program digital marketing, dengan menyambangi langsung pelaku usaha kecil seperti pengrajin krecek singkong, tiwul, dan tape. Langkah ini menjadi upaya konkret dalam memberdayakan potensi lokal agar lebih siap menghadapi era digital.

Sore harinya, kegiatan mengajar mengaji tetap konsisten dilaksanakan, menegaskan komitmen mahasiswa untuk berbagi ilmu agama secara berkelanjutan.

   Memasuki hari terakhir, kegiatan ditutup dengan khidmat melalui acara Khotmil Qur’an bersama di pagi hari. Setelah itu, para peserta berpamitan dengan warga yang telah mendampingi mereka selama empat hari. Penutupan resmi dilakukan kembali di Balai Desa dengan suasana haru dan penuh rasa syukur.

"Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, walaupun ada sedikit kendala dalam kegiatan, tetapi teman-teman panitia lainnya bisa langsung membantu mengatasinya." Papar ketua pelaksana ngabdi bersama 2025. 

   Sementara itu, Kepala Desa Gador, Bapak Waras, menyampaikan pesan yang penuh makna saat diwawancarai siang itu.

"Saya menyambut dengan baik kedatangan kalian didesa kami, semoga kedatangan kalian bisa menjadi pelajaran bermasyarakat teman-teman mahasiswa semua, dan minta tolong untuk dapat membantu dan memfasilitasi kesulitan yang dialami warga desa" ujarnya.

  Program Ngabdi Bersama 2025 telah membuktikan bahwa pengabdian bukanlah sebatas formalitas akademik. Ia adalah jalan sunyi menuju kematangan pribadi, kedewasaan berpikir, dan kedalaman empati. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi ruang refleksi diri; bagi masyarakat, ia menjadi bentuk nyata kehadiran perguruan tinggi di tengah kehidupan desa.

   Dengan bekal ilmu, semangat kolaboratif, dan jiwa sosial yang tinggi, Ngabdi Bersama 2025 bukan hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi warisan nilai yang patut diteladani. 

  Pengalaman ini tidak hanya meninggalkan jejak di Desa Gador, tetapi juga membekas di hati setiap peserta sebagai bentuk nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat.


Penulis : Sobat Literasi dan Jurnalistik ²⁴

Kamis, 19 Juni 2025

BEDAH BUKU "NAMAKU ALAM" HMPS BSA 2025


   Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (HMPS BSA) sukses menghadirkan ruang reflektif dan inspiratif melalui kegiatan Madrasah Sastra yang dilaksanakan di hari ke dua pada Sabtu, 14 Juni 2025 di Pendopo Pondok Pesantren Darunnajah, Sumbergempol. Kegiatan ini mengangkat karya sastra berjudul Namaku Alam sebuah novel yang menyingkap sisi sejarah melalui pengalaman hidup seorang pemuda yang dibayangi masa lalu kelam sebagai anak tapol.

   Acara ini menghadirkan dua pembedah Sobat Iwan Kurniawan (pembedah 1) dan Sobat Alvin Saifulloh (pembedah 2) dengan moderator Zayyin Qalbi Hasyim. Keduanya memberikan perspektif mendalam tentang isi dan makna pada novel tersebut, baik dari segi estetika bahasa maupun pesan - pesan filosofis.

   Dalam sesi bedah buku Namaku Alam, audiens diajak menyelami kisah seorang pemuda bernama Alam yang berjuang melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalu dan stigma sebagai anak tapol. Dikaruniai ingatan fotografis, Alam merekam kuat luka emosional sejak kecil, termasuk penolakan keluarga dan cap sebagai “anak pengkhianat negara.” Ibunya berasal dari keluarga menengah keatas, namun ditolak setelah menikah dengan Pak Hananto, seorang wartawan berpikiran kiri yang menjadi buronan politik. Alam pun tumbuh dalam lingkungan yang dingin dan penuh penolakan, bahkan dari keluarganya sendiri.

   Di tengah kehidupan pahit Alam, hadir Ibu Umayani, guru sejarah yang penuh kasih dan menjadi sosok ibu sekaligus pembimbing. Ia membantu Alam memahami pentingnya sejarah diri dan berdamai dengan masa lalu. Titik balik hidup Alam terjadi saat masuk Sekolah Putra Nusa, tempat ia merasakan kenyamanan belajar dan diterima sepenuhnya. Konflik diperkuat oleh kehadiran Segara Alam, saudara yang tempramental, mencerminkan luka sejarah dalam relasi keluarga. Namun, Yu Kenanga dan Yu Bulan menjadi figur penyayang yang memberi kehangatan dan rasa aman bagi Alam.

   Sekilas penyampaian dari pembedah dari novel Namaku Alam. Tujuan diadakannya kegiatan ini untuk mendorong dan lebih peka terhadap makna dan nilai - nilai kemanusiaan dalam karya sastra. Selain itu kegiatan ini juga menjadi wadah untuk melatih kemampuan berpikir kritis serta mengapresiasi karya sastra secara mendalam.

   Acara berlangsung interaktif, diakhiri dengan sesi tanya jawab dari audiens serta foto bersama dengan pemateri sebagai penutup yang hangat.

Penulis : Sobat Literasi dan Jurnalistik²⁴




Selasa, 27 Mei 2025

KAJIAN DIKSI & LOGIKA #2 HMPS BSA 2025

  Divisi intelektual HMPS BSA kembali mengadakan kegiatan rutin dua pekan sekali untuk kedua kalinya. Suasana hangat mewarnai kegiatan yang digelar pada Sabtu, 24 Mei 2025, di kawasan Gading Gajah, Plosokandang. Dengan mengangkat tema “Bahasa mu batas dunia mu”, acara ini berhasil menarik perhatian mahasiswa, khususnya dari kalangan Bahasa dan Sastra Arab (BSA), serta para pencinta kajian linguistik dan filsafat bahasa. Acara ini menghadirkan Muhammad Qadli Al Khofi, mahasiswa semester 6 sebagai pemantik utama. Sosok yang akrab disapa Offi ini memaparkan hal yang menarik tentang hubungan antara bahasa, logika berpikir, dan realitas dunia.

  Dalam pemaparannya, Sobat Ofi mengajak peserta menyelami pemikiran linguistik yang jarang dibahas dalam forum populer. Ia menyatakan bahwa setiap bentuk bahasa sebagai alat memahami dan membentuk dunia bermula dari bunyi.

   “Sebelum ada kata, sebelum ada kalimat, yang pertama kali hadir adalah bunyi. Bunyi adalah respons awal manusia terhadap dunia. Dari bunyi, tercipta makna. Dari makna, lahir dunia,” ujarnya.

  Menurut Sobat Offi, manusia tidak menyebut sesuatu sebelum mendengar dan merasakan bunyinya terlebih dahulu. Bunyi menjadi alat pertama manusia, sebelum akhirnya mewujudkan bahasa yang lebih kompleks. 

   Diskusi berlangsung hangat dengan banyak peserta aktif bertanya dan berdiskusi. Beberapa peserta menyampaikan bahwa acara semacam ini sangat diperlukan untuk memperluas wawasan mahasiswa lintas bahasa, khususnya dalam hal berpikir kritis terhadap penggunaan bahasa sehari-hari. 

   Dengan adanya kegiatan ini audiens dapat menyadari bahwa bahasa bukanlah sekadar alat, melainkan kekuatan pembentuk realitas. Semakin tajam pilihan diksi, semakin logis struktur berpikir, maka semakin luas pula pengetahuan yang bisa dijelajahi oleh seseorang. Sebagaimana yang dipaparkan oleh Muhammad Qadli Al-Khofi, dunia tak lepas dari bahasa dan bahasa tak bisa dilepaskan dari bunyi.


Penulis : Sobat Literasi dan Jurnalistik²⁴



Jumat, 09 Mei 2025

PELATIHAN KHITOBAH HMPS BSA 2025


     Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (HMPS BSA) kembali mengadakan kegiatan untuk mengasah skill dan kemampuan para mahasiswa. Setelah sukses mengadakan kegiatan Kajian Diksi dan Logika pada hari Kamis, 8 Mei 2025 keesokan harinya di susul dengan kegiatan pelatihan khitobah. Pelatihan yang diselenggarakan di Angkringan lawe 3 ini dihadiri oleh para mahasiswa BSA maupun mahasiswa di luar BSA. Acara ini diselenggarakan pada Jum'at, sore hari oleh saudara Ageng Jalbul Masholih sebagai pembicara untuk mengupas tuntas bagaimana cara berkhitobah dengan baik dan benar. 

     Sobat Abul menekankan ada 3 kriteria penilaian dalam perlombaan khitobah, yaitu gaya bahasa, intonasi dan juga lahjah (logat) dari ke 3 kriteria penilaian tersebut, lahjah yang memiliki penilaian tertinggi, yaitu sebanyak 40%. Lalu, mengapa lahjah memiliki penilaian tertinggi pada saat perlombaan khitobah? Ketika kita berkhitobah yang kita sampaikan adalah ceramah berbahasa arab, maka penting penggunaan lahjah, entah lahjah Mesir, Yaman, Yordania dan lain sebagainya. Selain ketiga kriteria tadi, adab juga sangat penting ketika berkhitobah. Hendaknya kita memberikan penghormatan terlebih dahulu kepada dewan juri sebelum memulai khitobah. Mempunyai kepercayaan diri yang tinggi saat berkhitobah juga sangat penting. Hal ini bisa dilatih dengan sering-sering bertanya pada diri sendiri di depan cermin, ujarnya. 

   Kegiatan pelatihan khitobah ini berhasil terlaksana dengan diskusi yang hidup dan pertanyaan dari audiens walaupun di tengah suasana hujan rintik yang sejuk. 

Beberapa pertanyaan dari audiens 
1. Apa perbedaan khitobah dengan qiraatu syi'ir?
=> Khitobah, menyampaikan pesan secara langsung biasanya dalam konteks agama, sosial, atau politik. Sedangkan Syiir, menyampaikan sesuatu dari perasaan karena syiir tercipta karena rasa dan rasa ada karena terbiasa.
2. Persiapan apa yang dilakukan saat sebelum tampil dan solusi agar audiens mendengarkan khitobah kita? 
=> pertama menjaga suara, kedua jangan terlalu fokus menghafal tapi fokus untuk memahami. ketiga kondisi tubuh. 
Solusinya penampilan, pelafalan dan intonasi harus ditekankan 
3. Rekomendasi untuk menambah skill lahjah kita? 
=> sering" melihat nerita di channel TV orang Arab. atau media sosial yang menggunakan bahasa Arab. 

Penulis : Sobat Literasi dan Jurnalistik²⁴
 

Kamis, 08 Mei 2025

KAJIAN DIKSI & LOGIKA #1 HMPS BSA 2025

 

  Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (HMPS BSA) mengadakan Kajian Diksi & Logika dengan tema "Peran media sosial terhadap karya sastra". Meski langit menggantung kelabu dan rintik hujan sesekali menyapa bumi Plosokandang, semangat para penikmat sastra tak surut untuk hadir dalam gelaran perdana. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 08 Mei 2025, di Angkringan Lawe, Plosokandang, Tulungagung, yang di bawakan oleh pemantik Ahmad Muzaki Alhabibi (Mahasiswa BSA semester 8) dengan Moderator yang memandu jalannya acara Salik Abdir Rohman (Mahasiswa BSA semester 2). 

  Dalam paparannya, Sobat Muzaki menyampaikan bahwa media sosial saat ini bukan hanya menjadi ruang berbagi informasi, namun juga menjadi platform baru dalam perkembangan karya sastra. ia juga mengatakan "Sastra tidak mungkin lahir di dalam ruang kosong, karena sastra lahir di dimensi pengarang” artinya karya sastra tidak muncul begitu saja tanpa konteks. Ia tercipta dari pengalaman dan pemikiran. Hal tersebut mencerminkan bahwa "Tidak ada karya sastra yang benar-benar netral. Semuanya berakar pada pengalaman, perspektif, dan perasaan penulisnya,” jelasnya. Tidak hanya itu 

  Meski diliputi cuaca yang kurang bersahabat, suasana diskusi tetap hangat, bahkan beberapa peserta bertahan hingga akhir meskipun udara mulai dingin. Acara ini menjadi awal yang menjanjikan bagi lahirnya ruang-ruang literasi alternatif di Tulungagung, terutama yang berbasis komunitas dan refleksi intelektual.

  Di akhir acara, moderator menyampaikan bahwa Kajian Diksi dan Logika akan terus hadir setiap dua pekan dengan tema berbeda dan pemantik yang beragam.
Pertanyan dari beberapa audiens 
1. Mengapa puisi lebih mudah didengar dan dihafal dibandingkan prosa?
=> puisi, sebagai bentuk sastra yang padat dan ritmis, lebih menggambarkan dimensi emosional dan spiritual pengarang secara langsung, sehingga membekas lebih kuat dalam ingatan pembaca maupun pendengar. Sementara prosa cenderung menjelaskan dan menguraikan, puisi justru menyiratkan dan merangkum.
2. Perbedaan karya sastra dengan tulisan karya sastrawi?
=> Karya sastra itu tulisan yang secara umum telah memenuhi unsur-unsur estetika, imajinasi, dan kedalaman makna serta bersifat universal. Sedangkan tulisan sastrawi merupakan tulisan yang menggunakan gaya bahasa atau diksi yang indah dan cenderung puitis, tetapi belum tentu dapat disebut sebagai karya sastra. 

Penulis : Sobat Literasi dan Jurnalistik²⁴

Senin, 28 April 2025

WORKSHOP KEPENULISAN HMPS BSA 2025


   Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (HMPS BSA) mengadakan Workshop Kepenulisan dengan tema "Pemahaman kepenulisan karya ilmiah secara sistematis: makalah dan jurnal Bahasa Arab" Yang di bawakan oleh pemateri Dr. Rizqa Ahmadi L.c.,M.A (Dosen BSA UIN SATU) dengan moderator yang memandu jalannya acara, Ahmad Isnaini Al-Ghifari (Prodi BSA semester 4). Acara ini diselenggarakan pada hari Kamis, 24 april 2025 di Pendopo ISNU Tulungagung. Bapak Nuryani, S.Ag., M.Pd.I selaku (Koorprodi BSA) menegaskan bahwa Workshop kepenulisan ini sangat penting untuk mahasiswa akhir dalam mengerjakan skripsi karya ilmiah, beliau juga memberikan sedikit motivasi yakni
أكتبو حتى طائرا في الدنيا
Tulislah seeokor langit terendah.
أنت تكتبون وأنت تفكرون
 Kamu menulis dan kamu berfikir
أكتب و أنت تطير في السماء الدنيا
 Menulislah disaat kamu terbang dilangit terendah.
   Artinya seorang penulis yang penuh dengan imajinasi tidak hanya mencatat apa yang dilihatnya, tetapi juga merenungkan dan mempertanyakan maknanya. Hal ini mengajak kita untuk menulis dengan hati dan pikiran yang terbuka.
   Pemateri dalam acara tersebut adalah Dr. Rizqa Ahmadi L.c.,M.A (Dosen BSA UIN SATU). Beliau merupakan lulusan Al-Azhar University of Egypt, Bachelor (Lc) of Islamic Theology(Bachelor in Hadith and its Sciences) serta memiliki beberapa penghargaan terkait kepenulisan, salah satunya Best paper in Al-Multaqo ad-Dawliy lil-Bahts ‘an Afkar at-Thullab waDirasat (MU’TAMAD) year 2022. Awardee Partnership in Education Scheme (PIES), at Australian National University, Canberra. Top ten of “The First Writing Competation Ulul Albab Journal held by UIN Malang. 
   Selanjutnya mengapa kami mengambil tema dari workshop tersebut? workshop ini dirancang untuk peningkatan kualitas penulisan karya ilmiah berbahasa Arab dengan pendekatan yang sistematis dan praktis. Harapannya, peserta dapat meningkatkan kemampuan menulis mereka dan berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan. serta memiliki bekal dengan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk mengatasi kesulitan dalam menulis karya ilmiah berbahasa Arab. Pemateri juga menyampaikan "menulis merupakan bagian dari sesuatu yang kita tinggalkan"  artinya tulisan adalah jejak. Ketika kita tiada, kalimat-kalimat kita akan tetap hidup menginspirasi, menggerakkan, bahkan mengubah cara orang berpikir.”
   Komentar dari beberapa orang yang hadir dalam acara ini, salah satu peserta workshop mengatakan “Menurut saya sudah baik, menarik dan bagus acaranya, mungkin untuk konsep acaranya lebih dimatangkan lagi”. Dan yang terkahir dari Ketua Pelaksana acara ini M. Firdo Nurafif mengatakan untuk Mahasiswa BSA kedepannya, apapun workshop yang kalian ikuti tetaplah mengikutinya karena kita sebagai mahasiswa BSA sangat penting dalam mengikuti kepenulisan ini, jadi apapun itu yang berkaitan dengan penulisan bisa diikuti dan dipahami.  
   Beberapa pertanyaan dari acara tersebut:
1. Apa perbedaan antara metode dengan metodologi penelitian?
=> metode, menjelaskan tentang prosedur bagaimana memperoleh data, memverifikasi dan menganalisis data. metode yang jauh lebih umum disebut metode penelitian. Tujuan dengan adanya metodologi agar pembaca tahu dan artikel tersebut bisa dipertanggungjawabkan.
2. Jetika menulis artikel, kadang-kadang ide nya sudah habis dan sering mengganti judul. apakah ada solusi untuk mengatasi hal tersebut?
=> solusinya, jangan pernah hilangkan apa yg sudah dimulai, yakin suatu saat bisa diteruskan dan masih ada potensi yaitu dengan proses stimulus : explorasi, membaca literatur, perbanyak baca, perbanyak luang lingkup dari kajian tersebut.
3. Bagi kalangan mahasiswa secara umum, ketika sudah mengirim artikel jurnal ke jurnal ternama, maka semakin banyak mengirim artikel jurnal maka ia semakin pandai, apakah statement itu benar? jelaskan?
 => bisa dikatakan benar, tetapi dengan syarat, ia memiliki integritas tinggi dan kejujuran yang tulus dan mereka akan diuji apakah menjadi instrumen utama atau menjadi satu dari instrumen tersebut.

Penulis : Sobat Literasi dan Jurnalistik²⁴

Ngabdi Bersama HMPS BSA 2026

  Niat yang tulus tanpa aksi yang nyata akan menjadi sebuah angan-angan, sementara aksi tanpa ketulusan hanya akan melahirkan pelayanan kaku...