Kamis, 28 Mei 2026

Seminar & Workshop Internasional Prodi BSA

 

Tulungagung, 17-18 Mei 2026, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab telah suskes menyelenggarakan seminar berbasis Internasional yang didukung penuh oleh para dosen dengan mengangkat Tema: “ARABIC LITRARY TEXTS ANALYSIS: BETWEEN THEORY AND PRACTICE” yang dibawakan oleh beberapa narasumber sebagai berikut :

1. Prof. Faishol Mahmud Adam Ibrahim yang berasal dari Al Qur’an Al Karim University of Sudan

2. Prof. Bakri Muhammad Bakhit Ahmad yang berasal dari University of the Holy Quran and Islamic Sciences of Sudan

3. Dr. Muhammad Wahyudi, M.Pd yang merupakan Head Of Departemen Of Arabic Langage Teaching at Universitas Darussalam Gontor

4. Prof. Dr. Aprinus Salam, S.S., M.Hum. yang merupakan Leguage Communication of culture/Literary Theory/Literary Studies/Universitas Gadjah Mada

Memasuki hari pertama, pemaparan materi akan disampaikan oleh 3 pemateri sekaligus, yakni Prof. Faishol Mahmud Adam Ibrahim, Prof. Bakri Muhammad Bakhit Ahmad, dan Dr. Muhammad Wahyudi yang dipandu oleh moderator yakni Ustadz Mudhor Aly. M.Hum. Yang bertempat di aula auditorium lt.5 gedung Prajna Paramita.

Pemaparan materi yang pertama membahas mengenai analisis dan pemahaman pada teks sastra meliputi: suara, morfologi, tata bahasa serta maknanya. Berdasarkan dari pemaparan materi, bahwa keterampilan dalam menganalisis sebuah teks sastra  juga memiliki langkah yang cukup esensial berjumlah 4, diantaranya:

  1. Langkah awal dalam seuah analisi yang mendalam agar dapat memahami dasar secara mendalam untuk menangkap makna secara umum pada teks sastra tersebut
  2.  Selanjutnya, membedah struktur pada teks tersebut menjadi unit bagian-bagian   pemikiran yang saling keterkaitan satu sama lain
  3.   Melakukan analisis secara lesikal dan semantik untuk menentukan medan sebuah makna, menjelaskan kosakata serta memahmi arti kata dalam konteknya pada sebuah teks sastra tersebut
  4.   Melakukan analisis secara retoris dan fitugrafi guna mengidentifisasi citraan bahasa seperti metafora, penyerupaan sampai keindahan gaya bahasa lainnya dalan memahami sebuah teks sastra

Kemudian, disusul dengan pemaparan materi kedua tentang metode efektif yang mempermudah dalam memahami sebuah teks sastra arab. Metode sebelum memahami teks arab juga melalui beberapa kriteria dalam pemilihan teks sastra, meliputi:

  1.  Gradasi (Analisis tingkat kesulitan dan kesesuaiannya pada teks yang dipilih)
  2.   Kosakata yang umum atau yang populer digunakan
  3.   Panjang durasi atau ukuran teksnya serta kesesuaian konteks dalam teks tersebut
  4.   Tingkat keaslian atau otentisitas pada sebuah teks

Selain kriteria, beliau juga menyebutkan pula metode dalam pengajaran pada teks sastra:

  1. Metode Teks
  2. Metode dialog 
  3.  Metode memahami dengan menghafalkannya  
  4. Metode Induktif: yakni memahami isi pokok dalam teks tersebut

Dan yang terakhir adalah metode yang efektif dalam memahami teks sastra:

  1.   Strategi dalam membaca
  2.  Integrasi dala Budaya
  3.   Metode Interaktif
  4. Serta, evaluasi sekaligus penilaian dalam pemahaman teks tersebut

Dan materi selanjutnya akan membahas mengenai : sebelum menganalisis, pentingnya untuk mengetahui hal-hal tersebut, yakni: jenis, bentuk, sifat atau karakteristik, gaya atau pola, serta gaya bahasa pada sebuah teks.

Dari narasumber  dapat disimpulkan, bahwa pengajaran pada sebuah teks sastra modern pada tingkat universitas merupakan hal yang sangat penting, disebabkan melalui pengajaran ini para pengajar dapat memadukan antara pandangan secara teoritis dan strategi pembelajaran secara praktis untuk pengembangan keterampilan berpikir secara kritis dan kesadaran budaya pada individu setiap mahasiswa.

Dr. Muhammad Wahyudi juga menyampaikan bahwa teks sastra dianggap sebagai Khazana (Harta Karun) dalam sebuah pengetahuan dan budaya yang sangat layak untuk dipelajari, dianalisis serta diajarkan. Sungguh, memahami karakteristik teks-teks ini serta tujuan-tujuannya sampai landasan dasar yang memahami acuannya. Hal tersebut membuktikan bahwa pentingnya memahami esensi dasar dari setiap teks sastra.

Memasuki hari kedua, seminar dilanjutkan dengan narasumber yang berasal dari Universitas Gadjah Mada, yakni Prof. Dr. Aprinus Salam, S.S., M.Hum.

Disini narasumber menyampaikan materi tentang “Mengkaji Imajinasi Fiksional Manusia”. Dalam tulisan beliau menjelaskan kajian sastra itu harus berupa data sastra (sebagai data fiksional yang imajinatif) dan sastra sendiri harus berupa prosa yakni novel ataupun cerpen. Menurut beliau, masalah utama dalam kajian sastra saat ini adalah adanya ketergantungan pada teori barat dan para peneliti sastra cenderung menempatkan sastra sebagai data sosial, seperti: kajian feminisme, sosiologi sastra, psikologi sastra. Jadi, sebenarnya kajian sastra ini bersifat fiksi dan dapat ditulis melalui sebuah imajinasi.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara para peserta dengan pemateri, dan diakhiri sesi foto bersama panitia, narasumber, dan para peserta.


penulis: kawan literasi & jurnalistik 26

Sabtu, 02 Mei 2026

WORKSHOP JURNALISTIK BSA 2026

 


Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Sayyid Ali Rahmatulloh Tulungagung periode 2026 telah sukses menyelenggarakan salah satu program kerja yang ada pada HMPS BSA Divisi Literasi & Jurnalistik yakni Workshop Jurnalistik dengan tema : “RETORIKA DAN KRISIS OBJEKTIVITAS DALAM JURNALISME DIGITAL : MEMBANGUN OPINI DAN ARGUMENTASI YANG KRITIS DI TENGAH ARUS INFORMASI” yang dibawakan oleh pemateri Marshall Ilmie El Azyzie yang merupakan mahasiswa aktif BSA semester 6 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan moderator yang memandu jalannya acara yakni Kiky Ainurrohmah (Mahasiswa aktif BSA semester 4 UIN SATU) yang dilaksanakan pada hari kamis, 30 April 2026 bertempat di ruang multimedia lantai 3 gedung Saifuddin Zuhri.

HMPS BSA mengambil tema ini dengan tujuan untuk memahami peran retorika yang menunjukkan bahwa retorika merupakan seni berbicara dan menulis, guna menyakinkan suatu ucapan atau argumen dengan mengembangkan kemampuan berfikir secara kritis yang mampu menyaring, menganalisis, serta merumuskan argumen yang valid, agar para audiens tidak mudah terpengaruh oleh judul yang provokatif di era banjir informasi dalam dunia digital. Bapak Dr. Nuryani, S.AG., M.Pd.I selaku koorprodi BSA, beliau berpesan kepada mahasiswa agar selalu

 ان تكون الكتابة جيدة, ان تكون الكتابة صحيحة, و ان لا تكون تؤذي أخرين

Artinya: jadikanlah tulisanmu itu menjadi baik dan benar, dan jangan jadikan tulisanmu itu dapat melukai hati seseorang. Pesan ini mengajak kita untuk selalu berfikir “apakah tulisan yang kita tulis sudah baik dan benar?, atau apakah tulisan yang telah kita tulis telah melukai hati seseorang baik sengaja ataupun tidak”. Maka dari itu, jangan apa yang sampai tidak kita sukai tercurahkan melalui sebuah tulisan, karena dengan tulisan yang baik dan benar kita dapat menjadi seorang penulis yang hebat. Dengan ini kita dapat menyadari bahwa tulisan sangatlah berpengaruh untuk jati diri seseorang.

Pemateri dalam acara tersebut adalah Marshall Ilmie El Azyzie yang merupakan seorang penulis buku improvement self yang berjudul “SETITIK AIR” di lautan makna, menjadi arus kecil yang menggerakkan samudera kebaikan. Beliau juga mahasiswa berprestasi yang sering menyabet juara seperti debat bahasa arab tigkat nasional dan asean. Serta pengalaman organisasi beliau yang sungguh luar biasa hebatnya. Disini beliau menjelaskan bahwa problematika sekarang adalah ketergantungan seseorang terhadap gawai/gadget dan sulitnya mengambil informasi yang valid di tengah derasnya informasi era digital serta memakan mentah-mentah informasi yang belum jelas kebenarannya.

Materi pertama yang akan dibawakan oleh beliau membahas mengenai Silogisme, yang dimana silogisme ini adalah bentuk penalaran deduktif logis yang menarik kesimpulan (konklusi) dari dua pernyataan yaitu (permis mayor & permis minor) yang saling berhubungan yang bertujuan untuk memastikan agar argumen sistematis dan valid. Selanjutnya ada framing, “apa itu framing?”. Framing adalah teknik penyajian informasi dengan memilih sudut pandang, kata-kata atau konteks tertentu untuk memengaruhi persepsi dan pemahaman khalayak terhadap suatu isu. Kenapa framing sangat penting? karena framing bukan hanya sekedar menyampaikan sebuah fakta, melainkan juga menyederhanakan informasi menjadi kompleks dan mengarahkan interprestasi agar bermakna, serta dapat membangun reaksi emosional dan rasa empati.

Materi yang ketiga membahas mengenai retorika yang dicetuskan oleh Aristoteles. Retorika Aristoteles adalah seni persuasi yang didefinisikan sebagai kemampuan menemukan alat-alat menyakinkan yang tersedia dalam situasi apapun. Berikut 3 pilar utama Aristoteles dalam membangun sebuah argumen yang persuasif:

1.      ETHOS (Kredibilitas) adalah karakter personal dan latar belakang dari pembicara yang membuat audiens percaya.

2.      PATHOS (Emosi) adalah kemampuan pembicara dalam memainkan emosi, perasaan, dan kerangka berfikir audiens.

3.      LOGOS (Logika & Data) adalah sebuah pembuktian dari isi pidato itu sendiri dengan memberikan bukti dan argumen yang logis.

Dengan demikian, Krisis Objektivitas muncul ketika ketiganya tidak digunakan untuk menjelaskan realitas, melainkan untuk mengarahkan persepsi terhadap realitas.

Acara berlangsung dengan khidmat dan lancar dan diakhiri sesi foto bersama seluruh peserta, panitia, dan narasumber. Muhammad Firdho Nurarif selaku ketua umum berpesan untuk setiap pengurus organisasi agar tidak adanya miscommunication personal maupun chemistry.



penulis: kawan literasi & jurnalistik 26

Seminar Editing & Branding HMPS BSA

       Tulungagung, 05 Juni 2026, Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa & Sastra Arab (HMPS BSA) telah sukses menyelenggarakan seminar...