Tulungagung, 17-18 Mei 2026, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab telah suskes
menyelenggarakan seminar berbasis Internasional yang didukung penuh oleh para
dosen dengan mengangkat Tema: “ARABIC LITRARY TEXTS ANALYSIS: BETWEEN THEORY
AND PRACTICE” yang dibawakan oleh beberapa narasumber sebagai berikut :
1. Prof. Faishol
Mahmud Adam Ibrahim yang berasal dari Al Qur’an Al Karim University of Sudan
2. Prof. Bakri
Muhammad Bakhit Ahmad yang berasal dari University of the Holy Quran and Islamic
Sciences of Sudan
3. Dr. Muhammad Wahyudi, M.Pd yang
merupakan Head Of Departemen Of Arabic Langage Teaching at Universitas
Darussalam Gontor
4. Prof. Dr.
Aprinus Salam, S.S., M.Hum. yang merupakan Leguage Communication of culture/Literary
Theory/Literary Studies/Universitas Gadjah Mada
Memasuki hari pertama, pemaparan materi akan disampaikan oleh 3 pemateri sekaligus, yakni Prof. Faishol Mahmud Adam Ibrahim, Prof. Bakri Muhammad Bakhit Ahmad, dan Dr. Muhammad Wahyudi yang dipandu oleh moderator yakni Ustadz Mudhor Aly. M.Hum. Yang bertempat di aula auditorium lt.5 gedung Prajna Paramita.
Pemaparan materi yang pertama membahas mengenai analisis dan pemahaman pada teks sastra meliputi: suara, morfologi, tata bahasa serta maknanya. Berdasarkan dari pemaparan materi, bahwa keterampilan dalam menganalisis sebuah teks sastra juga memiliki langkah yang cukup esensial berjumlah 4, diantaranya:
- Langkah awal dalam seuah analisi yang mendalam agar dapat memahami dasar secara mendalam untuk menangkap makna secara umum pada teks sastra tersebut
- Selanjutnya, membedah struktur pada teks tersebut menjadi unit bagian-bagian pemikiran yang saling keterkaitan satu sama lain
- Melakukan analisis secara lesikal dan semantik untuk menentukan medan sebuah makna, menjelaskan kosakata serta memahmi arti kata dalam konteknya pada sebuah teks sastra tersebut
- Melakukan analisis secara retoris dan fitugrafi guna mengidentifisasi citraan bahasa seperti metafora, penyerupaan sampai keindahan gaya bahasa lainnya dalan memahami sebuah teks sastra
Kemudian,
disusul dengan pemaparan materi kedua tentang metode efektif yang mempermudah
dalam memahami sebuah teks sastra arab. Metode sebelum memahami teks arab juga
melalui beberapa kriteria dalam pemilihan teks sastra, meliputi:
- Gradasi (Analisis tingkat kesulitan dan kesesuaiannya pada teks yang dipilih)
- Kosakata yang umum atau yang populer digunakan
- Panjang durasi atau ukuran teksnya serta kesesuaian konteks dalam teks tersebut
- Tingkat keaslian atau otentisitas pada sebuah teks
Selain kriteria, beliau juga menyebutkan pula metode dalam pengajaran pada teks sastra:
- Metode Teks
- Metode dialog
- Metode memahami dengan menghafalkannya
- Metode Induktif: yakni memahami isi pokok dalam teks tersebut
Dan yang terakhir adalah metode yang efektif dalam memahami teks sastra:
- Strategi dalam membaca
- Integrasi dala Budaya
- Metode Interaktif
- Serta, evaluasi sekaligus penilaian dalam pemahaman teks tersebut
Dan materi selanjutnya akan membahas mengenai : sebelum menganalisis, pentingnya untuk mengetahui hal-hal tersebut, yakni: jenis, bentuk, sifat atau karakteristik, gaya atau pola, serta gaya bahasa pada sebuah teks.
Dari narasumber dapat disimpulkan, bahwa pengajaran pada sebuah teks sastra modern pada tingkat universitas merupakan hal yang sangat penting, disebabkan melalui pengajaran ini para pengajar dapat memadukan antara pandangan secara teoritis dan strategi pembelajaran secara praktis untuk pengembangan keterampilan berpikir secara kritis dan kesadaran budaya pada individu setiap mahasiswa.
Dr. Muhammad Wahyudi juga menyampaikan bahwa teks sastra dianggap sebagai Khazana (Harta Karun) dalam sebuah pengetahuan dan budaya yang sangat layak untuk dipelajari, dianalisis serta diajarkan. Sungguh, memahami karakteristik teks-teks ini serta tujuan-tujuannya sampai landasan dasar yang memahami acuannya. Hal tersebut membuktikan bahwa pentingnya memahami esensi dasar dari setiap teks sastra.
Memasuki hari kedua, seminar dilanjutkan dengan narasumber yang berasal dari Universitas Gadjah Mada, yakni Prof. Dr. Aprinus Salam, S.S., M.Hum.
Disini narasumber menyampaikan materi tentang “Mengkaji Imajinasi Fiksional Manusia”. Dalam tulisan beliau menjelaskan kajian sastra itu harus berupa data sastra (sebagai data fiksional yang imajinatif) dan sastra sendiri harus berupa prosa yakni novel ataupun cerpen. Menurut beliau, masalah utama dalam kajian sastra saat ini adalah adanya ketergantungan pada teori barat dan para peneliti sastra cenderung menempatkan sastra sebagai data sosial, seperti: kajian feminisme, sosiologi sastra, psikologi sastra. Jadi, sebenarnya kajian sastra ini bersifat fiksi dan dapat ditulis melalui sebuah imajinasi.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara para peserta dengan pemateri, dan diakhiri sesi foto bersama panitia, narasumber, dan para peserta.
penulis: kawan literasi & jurnalistik 26






