Minggu, 13 September 2026

TANABBAH BSA 2026

Menjadi mahasiswa bukan sekedar berganti status di kartu identitas, melainkan tentang keberanian melangkah ke medan baru yang asing dan menjadikan titik mula pembentukan generasi yang siap berpikir kritis dan bertindak solutif. Menandai awal perjalanan akademis, kegiatan orientasi studi hadir bukan sekadar sebagai tradisi tahunan, melainkan sebagai ajang kolaborasi awal untuk saling mengenal, tumbuh, dan membentuk karakter calon pemikir masa depan.

Sebagai langkah awal perjalanan akademis tersebut, HMPS BSA menggelar pelaksanaan Tanabbah atau yang lebih dikenal sebagai ospek prodi. Tanabbah ini merupakan program kerja dari divisi Dakwah Wal Ilmiah yang dimana adalah suatu bentuk penerimaan mahasiswa baru khususnya program studi Bahasa dan Sastra Arab. Tanabbah ini bukan hanya ajang tempat untuk saling mengenal teman baru, melainkan juga sebagai bentuk pengenalan program studi Bahasa dan Sastra Arab kepada mahasiswa baru. Tanabbah yang dilaksanakan di Balai Desa Padangan ini berlangsung selama 2 hari, yakni pada tanggal 4-5 September 2026 dengan mengusung tema “Menapaki Jejak Bahasa, Menyemai Asa menjadi Karya”.

Pemilihan tema “Menapaki Jejak Bahasa, Menyemai Asa menjadi Karya” ini bukan tanpa alasan. Sesuai dengan Langkah awal perjalanan akademis diatas, mahasiswa juga dapat menanam dan mengembangkan potensi, harapan, dan cita-cita yang nantinya akan tumbuh menjadi sebuah karya serta kontribusi yang nyata.

Memasuki hari pertama, pemberangkatan panitia dan peserta dimulai dari Masjid Baitul Hakim menuju Lokasi. Sesampainya di Lokasi, acara dibuka dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan Sambutan oleh ketua pelaksana, ketua umum, serta koorprodi BSA yakni Dr. Nuryani, S.Ag., M.Pd.I.. Rangkaian acara dilanjutkan dengan kontrak forum yakni menjelaskan peraturan selama dalam forum serta menjelaskan hak peserta, maupun hak panitia.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan 3 sesi pembekalan materi yang akan menghadirkan pemateri yang kompeten:

1.      Keprodian/ Kesastraan oleh Dr. Nuryani, S.Ag., M.Pd.I. & M. Faizun, S.S., M.Pd.I. yang membahas mengenai pengenalan identitas, kurikulum BSA serta mendalami struktur, sejarah, maupun analisis karya sastra Arab.

2.      Keorganisasian oleh M. Firdho Nurarif yang membahas mengenai pengenalan organisasi, tata Kelola, kepemimpinan, dan keterampilan untuk menggerakkan suatu Lembaga.

3.      How to Read a Book oleh Rizqo Ahmadi yang menjelaskan mengenai strategi membaca & memahami buku/teks akademik.

Dan tibalah rangkaian acara yang telah dinantikan oleh seluruh peserta dan panitia, yakni special perform oleh angkatan 25, pensi, dan api unggun yang akan dilakukan bersama-sama di halaman Balai Desa.

Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan senam bersama seluruh panitia dan peserta dengan dilanjutkan fun games oleh para peserta yang menghadirkan suasana ceria. Kegiatan fun games ini tidak hanya saja untuk menghilangkan penat namun juga menambah keakraban dengan peserta yang lain, serta membangun rasa kebersamaan dan solidaritas satu sama lain. Setelah rangkaian acara tersebut mahasiswa baru diberi waktu untuk bersih-bersih dan acara hari kedua ini ditutup dengan pembagian hadiah kelompok yang memenangkan fun games tersebut. Meskipun acara ini tergolong singkat tetapi dari panitia berharap bisa sebagai pembuka tirai penyekat antara satu dengan yang lainnya.

 

Penulis: Kawan literasi & jurnalistik 26

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rabu, 22 Juli 2026

Ngabdi Bersama HMPS BSA 2026

 


Niat yang tulus tanpa aksi yang nyata akan menjadi sebuah angan-angan, sementara aksi tanpa ketulusan hanya akan melahirkan pelayanan kaku dan tidak berkelanjutan. Prinsip inilah yang menjadikan mahasiswa berkomitmen untuk berjalan bersama masyarakat melalui ilmu yang mereka dapatkan di masa perkuliahan sebagai bentuk pengabdian. sebagai tonggak agar dapat memberikan ilmu yang mereka dapat saat masa perkuliahan untuk terjun kepada Masyarakat.

Tulungagung, 13-18 Juli 2026, hmps bsa melaksanakan salah satu program kerja yang tertera pada divisi dakwah wal ilmiah yakni Ngabers (Ngabdi Bersama). Kegiatan rutin yang diadakan setahun sekali ini mengusung tema “Mengabdi dengan hati, Melayani dengan aksi”, dimana para anggota akan bersedia mengabdi dan membantu masyarakat dengan sepenuh hati disertai dengan tindakan yang solutif & proaktif. Pengabdian kali ini dilaksanakan dalam kurun waktu 6 hari yang bertempat di Desa Dono, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung.

Senin, 13 Juli 2026, pembukaan kegiatan diawali dengan pembekalan oleh bapak Nuryani selaku Koorprodi BSA di Gedung Prajnaparamita Lt.1 UIN Tulungagung. Setelah selesai, pemberangkatan menuju lokasi pun dimulai, sesampainya disana para anggota akan bersiap untuk mengikuti rangkaian acara pembukaan bersama perangkat desa yang diselenggarakan di Balai Desa Dono. Acara berjalan penuh khidmat hingga sore haripun tiba. Para anggota bersiap-siap untuk mengaji bersama santri TPQ, suasana sangat riuh akan antusiasisme para santri TPQ dan para assatiz/ah yang menyambut kami dengan hangat dan penuh semangat.

Dilanjutkan pada hari kedua, kegiatan yang dilaksanakan adalah mengajar pada lembaga madrasah yakni Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Huda Dono Sendang. Kegiatan diawali dengan do’a bersama seluruh siswa dan guru di halaman sekolah. Kegiatan doa bersama sudah menjadi rutinitas pagi para siswa dan guru sebelum memulai belajar dikelas. Kemudian dilanjut dengan mengajar pada kelas yang telah ditentukan.

Sore harinya, kegiatan dilanjutkan dengan belajar bersama santri TPQ. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari berturut-turut.

Memasuki hari terakhir, sabtu 18 juli 2026. Kegiatan diawali dengan senam pagi seluruh anggota kemudian dilanjutkan dengan khotmil qur’an bersama. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan penuh khidmat dan rasa syukur antara para anggota dengan dihadiri salah satu dosen BSA dan bersama perwakilan perangkat desa di Balai Desa Dono.

“Harapan saya, semoga ditahun mendatang kegiatan ini dapat berlanjut dan kami merasa beruntung sekali karena kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dapat memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat, murid-murid, maupun yang di TPQ, dan semoga apa yang sudah diajarkan oleh mahasiswa disini dapat dilanjutkan lagi diluar sana seperti menjadi guru ataupun assatiz/ah agar bisa membawa lebih maju lagi madrasah maupun TPQ nya”. Ujar salah satu peragkat Desa Dono.

Sementara itu, Bapak Rohmat selaku perwakilan dosen BSA berpesan “Alhamdulillah, pengabdian ini merupakan langkah awal sebelum KKN dan saya berharap semoga program-program kedepannya lebih difokuskan pada peningkatan kemampuan berbahasa, yang dimana apa yang telah kalian pelajari saat di perguruan dapat dipraktekkan dan diajarkan kepada tempat-tempat pendidikan yang ada di desa tempat kalian mengabdi”.

Pesan mendalam tersebut menjadi cermin sekaligus pengingat bahwa ilmu akademik yang diperoleh saat berada di bangku perkuliahan akan benar-benar bernyawa dan bermanfaat saat kita hadirkan langsung di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, pengabdian bukanlah tentang seberapa riuh tepuk tangan yang kita terima, melainkan seberapa mendalam jejak kebaikan yang kita tinggalkan disana.


Penulis: kawan literasi & jurnalistik 26

Kamis, 11 Juni 2026

Seminar Editing & Branding HMPS BSA

 

     Tulungagung, 05 Juni 2026, Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa & Sastra Arab (HMPS BSA) telah sukses menyelenggarakan seminar edting & branding. 

     Acara ini merupakan salah satu program kerja yang ada pada divisi kominfo dengan mengambil tema “Membangun Personal Branding lewat Editing’’, yang dimana acara ini diselenggarakan dengan tujuan sebagai ruang belajar teman-teman mengenal lebih dalam terhadap editing. Dan persiapan dari pelaksanaanya pun sangat matang karena jauh-jauh hari acara seminar ini telah direncanakan dengan persiapan waktu yang cukup lama. Peserta yang hadir pun tidak kalah semangat dengan mahasiswa BSA sendiri, yakni ada dari prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan Konseling Islam (BKI), dan Tadris Bahasa Indonesia. 

    Seminar yang dilaksanakan di ruang multimedia, Gedung Saifuddin Zuhri ini menghadirkan pemateri yang sangat kompeten. Yakni saudara Marta Prawira Yekti yang merupakan mahasiswa aktif semester 4 prodi KPI. Disamping itu, acara dipandu dengan MC dan dialihkan kepada moderator. Disini beliau menyinggung mengenai skill konten yang harus digunakan oleh anak muda zaman sekarang, jadi materi yang akan beliau bahas tentang membangun personal branding dengan konten.

     Personal branding adalah persepsi terarah tentang keahlian dan keunikan yang dimiliki oleh diri sendiri yang dibentuk di benak para audiens. Dengan konten kita dapat membangun personal branding dengan efektif dan efisien, karena konten berfungsi sebagai kendaraan utama dengan misi yang jelas yakni mengedukasi, menghibur, maupun memicu sebuah diskusi.

     Proses ini dicapai dengan menentukan tujuan, value, dan impact atau dampak bagi audiens, lalu dikemas secara autentik melalui metode storytelling (Hook-Story-Offer) serta didukung oleh kualitas visual dan audio yang memukau.

     "Dalam era digital ini, pengambilan tema personal branding dirasa cukup penting, karena mahasiswa tidak cukup untuk diberi omongan saja, melainkan diberi praktek melalui konten ataupun video, dan kita dapat menunjukkan kelebihan dari kita sendiri melalui personal branding yang kita buat, khususnya Mahasiswa BSA sendiri" pungkas M. Firdho Nurarif selalu ketua umum HMPS BSA saat sesi wawancara kemarin.

     Acara berlangsung dengan lancar dan diakhiri sesi foto dan pengumuman pemenang video terbaik dari peserta.


Penulis : Kawan Literasi & Jurnalistik 26 

Jumat, 05 Juni 2026

Kajian Diksi & Logika HMPS BSA

   


  Fajar menyapa dengan semburat jingga yang memukau. Angin sejuk berbisik lembut di antara pepohonan, membawa aroma tanah basah. Pagi ini menjanjikan keindahan dan harapan baru yang siap kita peluk.  Sabtu, 30 Mei 2026 divisi intelektual HMPS BSA 2026 menyelenggarakan kegiatan positif untuk mengasah ketajaman berpikir kritis lewat kajian diksi dan logika.

     Acara yang dijadwalkan digelar selama sebulan sekali tersebut diselenggarakan pertama kali di warkop Gayeng. Acara yang dihadiri oleh mahasiswa BSA ini sukses menciptakan ruang diskusi dan juga menumbuhkan ketajaman berpikir kritis lewat tema pembahasan yaitu "pengantar sastra". Pembahasan meliputi tentang pengertian sastra, fungsi sastra, sejarah singkat sastra arab. 

     Salah satu mahasiswa BSA semester 6, _akhi_ Ahmad Isnaini Al Ghifari yang juga sebagai pemantik pada perdiskusian tersebut memaparkan bahwa sastra yang dalam bahasa arab diterjemahkan sebagai الأدب dimana kata tersebut pada zaman jahiliyah diambil dari kata مأدبة atau memiliki arti jamuan makan.

     Acara yang dimulai jam setengah 10 pagi ini berjalan dengan lancar dengan durasi kurang lebih 2 jam. Meliputi pemaparan materi dari pemantik serta saling tukar argumen dan pengetahuan dari para mahasiswa BSA. 

     "Kegiatan kajian diksi dan logika ini diharapkan dapat menjadi bekal pengetahuan tambahan bagi mahasiswa BSA, sebagai refleksi ulang pengetahuan yang telah didapat selama perkuliahan, serta sebagai upaya agar ruang diskusi di kampus tetap hidup" pungkas _akhi_ Salik selaku penanggung jawab kegiatan kajian diksi dan logika ketika wawancara kemarin.


Penulis: kawan literasi & Jurnalistik 26

Kamis, 28 Mei 2026

Seminar & Workshop Internasional Prodi BSA

 

Tulungagung, 17-18 Mei 2026, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab telah suskes menyelenggarakan seminar berbasis Internasional yang didukung penuh oleh para dosen dengan mengangkat Tema: “ARABIC LITRARY TEXTS ANALYSIS: BETWEEN THEORY AND PRACTICE” yang dibawakan oleh beberapa narasumber sebagai berikut :

1. Prof. Faishol Mahmud Adam Ibrahim yang berasal dari Al Qur’an Al Karim University of Sudan

2. Prof. Bakri Muhammad Bakhit Ahmad yang berasal dari University of the Holy Quran and Islamic Sciences of Sudan

3. Dr. Muhammad Wahyudi, M.Pd yang merupakan Head Of Departemen Of Arabic Langage Teaching at Universitas Darussalam Gontor

4. Prof. Dr. Aprinus Salam, S.S., M.Hum. yang merupakan Leguage Communication of culture/Literary Theory/Literary Studies/Universitas Gadjah Mada

Memasuki hari pertama, pemaparan materi akan disampaikan oleh 3 pemateri sekaligus, yakni Prof. Faishol Mahmud Adam Ibrahim, Prof. Bakri Muhammad Bakhit Ahmad, dan Dr. Muhammad Wahyudi yang dipandu oleh moderator yakni Ustadz Mudhor Aly. M.Hum. Yang bertempat di aula auditorium lt.5 gedung Prajna Paramita.

Pemaparan materi yang pertama membahas mengenai analisis dan pemahaman pada teks sastra meliputi: suara, morfologi, tata bahasa serta maknanya. Berdasarkan dari pemaparan materi, bahwa keterampilan dalam menganalisis sebuah teks sastra  juga memiliki langkah yang cukup esensial berjumlah 4, diantaranya:

  1. Langkah awal dalam seuah analisi yang mendalam agar dapat memahami dasar secara mendalam untuk menangkap makna secara umum pada teks sastra tersebut
  2.  Selanjutnya, membedah struktur pada teks tersebut menjadi unit bagian-bagian   pemikiran yang saling keterkaitan satu sama lain
  3.   Melakukan analisis secara lesikal dan semantik untuk menentukan medan sebuah makna, menjelaskan kosakata serta memahmi arti kata dalam konteknya pada sebuah teks sastra tersebut
  4.   Melakukan analisis secara retoris dan fitugrafi guna mengidentifisasi citraan bahasa seperti metafora, penyerupaan sampai keindahan gaya bahasa lainnya dalan memahami sebuah teks sastra

Kemudian, disusul dengan pemaparan materi kedua tentang metode efektif yang mempermudah dalam memahami sebuah teks sastra arab. Metode sebelum memahami teks arab juga melalui beberapa kriteria dalam pemilihan teks sastra, meliputi:

  1.  Gradasi (Analisis tingkat kesulitan dan kesesuaiannya pada teks yang dipilih)
  2.   Kosakata yang umum atau yang populer digunakan
  3.   Panjang durasi atau ukuran teksnya serta kesesuaian konteks dalam teks tersebut
  4.   Tingkat keaslian atau otentisitas pada sebuah teks

Selain kriteria, beliau juga menyebutkan pula metode dalam pengajaran pada teks sastra:

  1. Metode Teks
  2. Metode dialog 
  3.  Metode memahami dengan menghafalkannya  
  4. Metode Induktif: yakni memahami isi pokok dalam teks tersebut

Dan yang terakhir adalah metode yang efektif dalam memahami teks sastra:

  1.   Strategi dalam membaca
  2.  Integrasi dala Budaya
  3.   Metode Interaktif
  4. Serta, evaluasi sekaligus penilaian dalam pemahaman teks tersebut

Dan materi selanjutnya akan membahas mengenai : sebelum menganalisis, pentingnya untuk mengetahui hal-hal tersebut, yakni: jenis, bentuk, sifat atau karakteristik, gaya atau pola, serta gaya bahasa pada sebuah teks.

Dari narasumber  dapat disimpulkan, bahwa pengajaran pada sebuah teks sastra modern pada tingkat universitas merupakan hal yang sangat penting, disebabkan melalui pengajaran ini para pengajar dapat memadukan antara pandangan secara teoritis dan strategi pembelajaran secara praktis untuk pengembangan keterampilan berpikir secara kritis dan kesadaran budaya pada individu setiap mahasiswa.

Dr. Muhammad Wahyudi juga menyampaikan bahwa teks sastra dianggap sebagai Khazana (Harta Karun) dalam sebuah pengetahuan dan budaya yang sangat layak untuk dipelajari, dianalisis serta diajarkan. Sungguh, memahami karakteristik teks-teks ini serta tujuan-tujuannya sampai landasan dasar yang memahami acuannya. Hal tersebut membuktikan bahwa pentingnya memahami esensi dasar dari setiap teks sastra.

Memasuki hari kedua, seminar dilanjutkan dengan narasumber yang berasal dari Universitas Gadjah Mada, yakni Prof. Dr. Aprinus Salam, S.S., M.Hum.

Disini narasumber menyampaikan materi tentang “Mengkaji Imajinasi Fiksional Manusia”. Dalam tulisan beliau menjelaskan kajian sastra itu harus berupa data sastra (sebagai data fiksional yang imajinatif) dan sastra sendiri harus berupa prosa yakni novel ataupun cerpen. Menurut beliau, masalah utama dalam kajian sastra saat ini adalah adanya ketergantungan pada teori barat dan para peneliti sastra cenderung menempatkan sastra sebagai data sosial, seperti: kajian feminisme, sosiologi sastra, psikologi sastra. Jadi, sebenarnya kajian sastra ini bersifat fiksi dan dapat ditulis melalui sebuah imajinasi.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara para peserta dengan pemateri, dan diakhiri sesi foto bersama panitia, narasumber, dan para peserta.


penulis: kawan literasi & jurnalistik 26

Sabtu, 02 Mei 2026

WORKSHOP JURNALISTIK BSA 2026

 


Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Sayyid Ali Rahmatulloh Tulungagung periode 2026 telah sukses menyelenggarakan salah satu program kerja yang ada pada HMPS BSA Divisi Literasi & Jurnalistik yakni Workshop Jurnalistik dengan tema : “RETORIKA DAN KRISIS OBJEKTIVITAS DALAM JURNALISME DIGITAL : MEMBANGUN OPINI DAN ARGUMENTASI YANG KRITIS DI TENGAH ARUS INFORMASI” yang dibawakan oleh pemateri Marshall Ilmie El Azyzie yang merupakan mahasiswa aktif BSA semester 6 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan moderator yang memandu jalannya acara yakni Kiky Ainurrohmah (Mahasiswa aktif BSA semester 4 UIN SATU) yang dilaksanakan pada hari kamis, 30 April 2026 bertempat di ruang multimedia lantai 3 gedung Saifuddin Zuhri.

HMPS BSA mengambil tema ini dengan tujuan untuk memahami peran retorika yang menunjukkan bahwa retorika merupakan seni berbicara dan menulis, guna menyakinkan suatu ucapan atau argumen dengan mengembangkan kemampuan berfikir secara kritis yang mampu menyaring, menganalisis, serta merumuskan argumen yang valid, agar para audiens tidak mudah terpengaruh oleh judul yang provokatif di era banjir informasi dalam dunia digital. Bapak Dr. Nuryani, S.AG., M.Pd.I selaku koorprodi BSA, beliau berpesan kepada mahasiswa agar selalu

 ان تكون الكتابة جيدة, ان تكون الكتابة صحيحة, و ان لا تكون تؤذي أخرين

Artinya: jadikanlah tulisanmu itu menjadi baik dan benar, dan jangan jadikan tulisanmu itu dapat melukai hati seseorang. Pesan ini mengajak kita untuk selalu berfikir “apakah tulisan yang kita tulis sudah baik dan benar?, atau apakah tulisan yang telah kita tulis telah melukai hati seseorang baik sengaja ataupun tidak”. Maka dari itu, jangan apa yang sampai tidak kita sukai tercurahkan melalui sebuah tulisan, karena dengan tulisan yang baik dan benar kita dapat menjadi seorang penulis yang hebat. Dengan ini kita dapat menyadari bahwa tulisan sangatlah berpengaruh untuk jati diri seseorang.

Pemateri dalam acara tersebut adalah Marshall Ilmie El Azyzie yang merupakan seorang penulis buku improvement self yang berjudul “SETITIK AIR” di lautan makna, menjadi arus kecil yang menggerakkan samudera kebaikan. Beliau juga mahasiswa berprestasi yang sering menyabet juara seperti debat bahasa arab tigkat nasional dan asean. Serta pengalaman organisasi beliau yang sungguh luar biasa hebatnya. Disini beliau menjelaskan bahwa problematika sekarang adalah ketergantungan seseorang terhadap gawai/gadget dan sulitnya mengambil informasi yang valid di tengah derasnya informasi era digital serta memakan mentah-mentah informasi yang belum jelas kebenarannya.

Materi pertama yang akan dibawakan oleh beliau membahas mengenai Silogisme, yang dimana silogisme ini adalah bentuk penalaran deduktif logis yang menarik kesimpulan (konklusi) dari dua pernyataan yaitu (permis mayor & permis minor) yang saling berhubungan yang bertujuan untuk memastikan agar argumen sistematis dan valid. Selanjutnya ada framing, “apa itu framing?”. Framing adalah teknik penyajian informasi dengan memilih sudut pandang, kata-kata atau konteks tertentu untuk memengaruhi persepsi dan pemahaman khalayak terhadap suatu isu. Kenapa framing sangat penting? karena framing bukan hanya sekedar menyampaikan sebuah fakta, melainkan juga menyederhanakan informasi menjadi kompleks dan mengarahkan interprestasi agar bermakna, serta dapat membangun reaksi emosional dan rasa empati.

Materi yang ketiga membahas mengenai retorika yang dicetuskan oleh Aristoteles. Retorika Aristoteles adalah seni persuasi yang didefinisikan sebagai kemampuan menemukan alat-alat menyakinkan yang tersedia dalam situasi apapun. Berikut 3 pilar utama Aristoteles dalam membangun sebuah argumen yang persuasif:

1.      ETHOS (Kredibilitas) adalah karakter personal dan latar belakang dari pembicara yang membuat audiens percaya.

2.      PATHOS (Emosi) adalah kemampuan pembicara dalam memainkan emosi, perasaan, dan kerangka berfikir audiens.

3.      LOGOS (Logika & Data) adalah sebuah pembuktian dari isi pidato itu sendiri dengan memberikan bukti dan argumen yang logis.

Dengan demikian, Krisis Objektivitas muncul ketika ketiganya tidak digunakan untuk menjelaskan realitas, melainkan untuk mengarahkan persepsi terhadap realitas.

Acara berlangsung dengan khidmat dan lancar dan diakhiri sesi foto bersama seluruh peserta, panitia, dan narasumber. Muhammad Firdho Nurarif selaku ketua umum berpesan untuk setiap pengurus organisasi agar tidak adanya miscommunication personal maupun chemistry.



penulis: kawan literasi & jurnalistik 26

Sabtu, 14 Februari 2026

DOM & RAKER HMPS BSA 2026

    Tulungagung, 06-07 Februari 2026. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Arab telah sukses melaksanakan Diklat Organisasi Mahasiswa dan Rapat Kerja dengan tema “ KESADARAN KOLEKTIF, ORGANISASI PROGRESIF: Mengokohkan Kolaborasi Demi Kepengurusan HMPS yang Harmonis”. HMPS BSA mengambil tema ini dengan tujuan membangun kesadaran bersama bahwa keberhasilan HMPS tidak bergantung pada individu, melainkan dengan menguatkan hubungan dan kerja sama antara berbagai divisi, dan membentuk kepengurusan yang solid, dan berjalan dengan harmoni demi tercapainya visi dan misi HMPS yang bermanfaat bagi seluruh mahasiswa.

    Memasuki hari pertama, HMPS melaksanakan kegiatan DOM atau Diklat Organisasi Mahasiswa yang diselenggarakan pada hari Jum’at (06/02) yang bertempat di Wisma Musyawarah yang diikuti oleh seluruh peserta HMPS. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat suci alqur’an dan dilanjutkan dengan serangkain acara sambutan yang juga dibawakan oleh koorprodi (Koordinator Program Studi) BSA yakni Dr. Nuryani, S.Ag., M.Pd.I. yang menekankan pentingnya untuk berorganisasi.

    Rangkaian acara dilanjutkan dengan 3 sesi pembekalan materi yang menghadirkan para pemateri yang kompeten:

  1.   Administrasi oleh Fika Bagus Pranata yang membahas pentingnya administrasi dan kepenulisan naskah surat, SOP, ataupun kode Ormawa.
  2.  Manajemen Organisasi oleh Muhammad Ikhsanudin yang membahas pentingnya sistem dan manfaat memanajemen organisasi.
  3.  Antropologi Kampus oleh Muhammad Burhanuddin yang membahas tentang struktur, budaya, dan hubungan yang terbentuk dalam lingkungan kampus.

Suasana acara sangat kondusif, karena para peserta sangat antusias mengikuti pembekalan materi hingga tiba sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan pemateri.

      Pada hari kedua, Sabtu (07/02) diselenggarakannya Rapat Kerja (RAKER) yang disampaikan setiap divisi guna merumuskan program kerja untuk periode 1 tahun kedepan. Setiap divisi akan membacakan rancangan program kerja yang dihadiri oleh ketua DEMA & SEMA guna memberi masukan kepada para pengurus terhadap program kerjanya agar lebih efektif dan strategis. Selain Badan Pengurus Harian (BPH) terdapat 5 divisi yang ada dalam prodi BSA, diantaranya:

  1. Dakwah Wal Ilmiah yang berfokus pada pegenalan program studi Bahasa dan Sastra Arab kepada khalayak umum serta memberikan pengabdian kepada masyarakat sekitar.
  2. Intelektual berfokus pada pengembangan intelektual melalui kajian diksi dan forum yang melibatkan pengembangan pemikiran mahasiswa BSA.
  3. Pengembangan Bahasa dan Sumber Daya Masyarakat yang berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa mahasiswa BSA dan bakat minat sumber daya masyarakat.
  4. Literasi dan Jurnalistik berfokus pada pengembangan kemampuan dalam aspek literasi dan jurnalistik
  5. Kominfo berfokus pada pendokumentasian seluruh kegiatan hmps BSA dan mengembangkan kemampuan teknologi informatika mahasiswa BSA. 

     Acara ditutup dengan sesi foto bersama dengan seluruh peserta, narasumber, dan panitia. Hafid Fairuzzaky selaku ketua pelaksana berharap dengan dilaksanakan acara DOM & RAKER para pengurus baru dapat menjalankan visi dan misi dengan amanah dan bertanggung jawab.



Penulis: Kawan Literasi dan Jurnalistik26




TANABBAH BSA 2026

Menjadi mahasiswa bukan sekedar berganti status di kartu identitas, melainkan tentang keberanian melangkah ke medan baru yang asing dan menj...