Madrasah Sastra 2026: Menyelami Makna dalam Sastra
Berbagai program kerja telah berhasil dilaksanakan
oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (HMPS BSA) periode
2026. Salah satu program kerja tersebut adalah Madrasah Sastra yang
diselenggarakan oleh Divisi Intelektual pada tanggal 30 Oktober 2026, bertempat
di Balai Desa Loderesan, Tulungagung. Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu
program kerja yang menandai semakin dekatnya akhir periode kepengurusan HMPS
BSA tahun 2026.
Pelaksanaan Madrasah Sastra
tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika pada
tahun sebelumnya kegiatan dilaksanakan selama dua hari satu malam, kali ini
Madrasah Sastra diselenggarakan dalam waktu hanya satu hari. Dengan mengusung
tema "Menyelami Makna dalam Sastra", kegiatan ini diharapkan
dapat meningkatkan minat, wawasan, serta rasa ingin tahu peserta terhadap dunia
sastra.
Dalam kegiatan tersebut,
panitia menghadirkan dua pemateri untuk memberikan wawasan mengenai
kesusastraan. Pemateri pertama adalah Ahmad Isnaini Al-Ghifari, mahasiswa aktif
Program Studi Bahasa dan Sastra Arab. Ia menyampaikan materi bertajuk "Pengantar
Sejarah, Teori, dan Kritik Sastra". Pembahasan mencakup fondasi teori
dan kritik sastra, perbedaan antara sejarah, teori, dan kritik sastra, serta
perkembangan berbagai aliran sastra. Selain itu, peserta juga diperkenalkan
dengan sejumlah pendekatan dalam menganalisis karya sastra, baik secara
intrinsik maupun ekstrinsik, serta praktik penulisan kritik sastra.
Selanjutnya, sesi kedua
menghadirkan narasumber yang sangat mendalami dalam dunia sastra yakni bapak Hafidzullah,
dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, yang membawakan materi bertajuk "Teori
dan Tokoh Postkolonialisme". Dalam materi ini, peserta diajak mengenal tentang
sastra Postkolonialisme, mulai dari pengertian dan ruang lingkupnya hingga hubungan
antara kolonialisme, imperialisme, dan sastra. Pembahasan juga mencakup
pemikiran sejumlah tokoh penting dalam kajian poskolonialisme, di antaranya
Bill Ashcroft, Ania Loomba, Frantz Fanon, Edward Said, Homi K. Bhabha, dan
Gayatri Chakravorty Spivak.
Melalui kegiatan Madrasah
Sastra ini, HMPS BSA berharap para peserta dapat memperoleh wawasan yang lebih
luas mengenai berbagai perspektif dalam kajian sastra. Tidak hanya memahami
karya sastra, peserta juga diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir
kritis dan meningkatkan apresiasi terhadap karya sastra melalui berbagai
pendekatan. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh panitia,
narasumber, dan peserta. Leni Delima Sari selaku Ketua pelaksana Madrasah Sastra
ini berpesan untuk kepengurusan selanjutnya agar dipersiapkan lebih matang
kembali terutama dari segi materi.
