Jumat, 06 November 2026

Madrasah Sastra HMPS BSA 2026

 

Madrasah Sastra 2026: Menyelami Makna dalam Sastra

    Berbagai program kerja telah berhasil dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (HMPS BSA) periode 2026. Salah satu program kerja tersebut adalah Madrasah Sastra yang diselenggarakan oleh Divisi Intelektual pada tanggal 30 Oktober 2026, bertempat di Balai Desa Loderesan, Tulungagung. Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu program kerja yang menandai semakin dekatnya akhir periode kepengurusan HMPS BSA tahun 2026.

    Pelaksanaan Madrasah Sastra tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya kegiatan dilaksanakan selama dua hari satu malam, kali ini Madrasah Sastra diselenggarakan dalam waktu hanya satu hari. Dengan mengusung tema "Menyelami Makna dalam Sastra", kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat, wawasan, serta rasa ingin tahu peserta terhadap dunia sastra.

    Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan dua pemateri untuk memberikan wawasan mengenai kesusastraan. Pemateri pertama adalah Ahmad Isnaini Al-Ghifari, mahasiswa aktif Program Studi Bahasa dan Sastra Arab. Ia menyampaikan materi bertajuk "Pengantar Sejarah, Teori, dan Kritik Sastra". Pembahasan mencakup fondasi teori dan kritik sastra, perbedaan antara sejarah, teori, dan kritik sastra, serta perkembangan berbagai aliran sastra. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah pendekatan dalam menganalisis karya sastra, baik secara intrinsik maupun ekstrinsik, serta praktik penulisan kritik sastra.

    Selanjutnya, sesi kedua menghadirkan narasumber yang sangat mendalami dalam dunia sastra yakni bapak Hafidzullah, dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, yang membawakan materi bertajuk "Teori dan Tokoh Postkolonialisme". Dalam materi ini, peserta diajak mengenal tentang sastra Postkolonialisme, mulai dari pengertian dan ruang lingkupnya hingga hubungan antara kolonialisme, imperialisme, dan sastra. Pembahasan juga mencakup pemikiran sejumlah tokoh penting dalam kajian poskolonialisme, di antaranya Bill Ashcroft, Ania Loomba, Frantz Fanon, Edward Said, Homi K. Bhabha, dan Gayatri Chakravorty Spivak.

    Melalui kegiatan Madrasah Sastra ini, HMPS BSA berharap para peserta dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai berbagai perspektif dalam kajian sastra. Tidak hanya memahami karya sastra, peserta juga diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan meningkatkan apresiasi terhadap karya sastra melalui berbagai pendekatan. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh panitia, narasumber, dan peserta. Leni Delima Sari selaku Ketua pelaksana Madrasah Sastra ini berpesan untuk kepengurusan selanjutnya agar dipersiapkan lebih matang kembali terutama dari segi materi.

 

Penulis: Kawan Literasi & Jurnalistik 26

 

Madrasah Sastra HMPS BSA 2026

  Madrasah Sastra 2026: Menyelami Makna dalam Sastra      Berbagai program kerja telah berhasil dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Progr...