Menjadi mahasiswa bukan sekedar berganti
status di kartu identitas, melainkan tentang keberanian melangkah ke medan baru
yang asing dan menjadikan titik mula pembentukan generasi yang siap berpikir
kritis dan bertindak solutif. Menandai awal perjalanan akademis, kegiatan
orientasi studi hadir bukan sekadar sebagai tradisi tahunan, melainkan sebagai
ajang kolaborasi awal untuk saling mengenal, tumbuh, dan membentuk karakter
calon pemikir masa depan.
Sebagai langkah awal perjalanan akademis
tersebut, HMPS BSA menggelar pelaksanaan Tanabbah atau yang lebih dikenal sebagai
ospek prodi. Tanabbah ini merupakan program kerja dari divisi Dakwah Wal Ilmiah
yang dimana adalah suatu bentuk penerimaan mahasiswa baru khususnya program
studi Bahasa dan Sastra Arab. Tanabbah ini bukan hanya ajang tempat untuk
saling mengenal teman baru, melainkan juga sebagai bentuk pengenalan program
studi Bahasa dan Sastra Arab kepada mahasiswa baru. Tanabbah yang dilaksanakan
di Balai Desa Padangan ini berlangsung selama 2 hari, yakni pada tanggal 4-5 September
2026 dengan mengusung tema “Menapaki Jejak Bahasa, Menyemai Asa menjadi
Karya”.
Pemilihan tema “Menapaki Jejak Bahasa,
Menyemai Asa menjadi Karya” ini bukan tanpa alasan. Sesuai dengan Langkah awal
perjalanan akademis diatas, mahasiswa juga dapat menanam dan mengembangkan
potensi, harapan, dan cita-cita yang nantinya akan tumbuh menjadi sebuah karya
serta kontribusi yang nyata.
Memasuki hari pertama, pemberangkatan
panitia dan peserta dimulai dari Masjid Baitul Hakim menuju Lokasi. Sesampainya
di Lokasi, acara dibuka dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan
Sambutan oleh ketua pelaksana, ketua umum, serta koorprodi BSA yakni Dr.
Nuryani, S.Ag., M.Pd.I.. Rangkaian acara dilanjutkan dengan kontrak forum yakni
menjelaskan peraturan selama dalam forum serta menjelaskan hak peserta, maupun
hak panitia.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan 3 sesi
pembekalan materi yang akan menghadirkan pemateri yang kompeten:
1.
Keprodian/ Kesastraan oleh Dr.
Nuryani, S.Ag., M.Pd.I. & M. Faizun, S.S., M.Pd.I. yang membahas mengenai pengenalan
identitas, kurikulum BSA serta mendalami struktur, sejarah, maupun analisis
karya sastra Arab.
2.
Keorganisasian oleh M. Firdho Nurarif yang membahas
mengenai pengenalan organisasi, tata Kelola, kepemimpinan, dan keterampilan
untuk menggerakkan suatu Lembaga.
3.
How to Read a Book oleh Rizqo Ahmadi yang menjelaskan mengenai
strategi membaca & memahami buku/teks akademik.
Dan tibalah rangkaian acara yang telah
dinantikan oleh seluruh peserta dan panitia, yakni special perform oleh angkatan
25, pensi, dan api unggun yang akan dilakukan bersama-sama di halaman Balai
Desa.
Memasuki hari kedua, kegiatan diawali
dengan senam bersama seluruh panitia dan peserta dengan dilanjutkan fun games
oleh para peserta yang menghadirkan suasana ceria. Kegiatan fun games ini tidak
hanya saja untuk menghilangkan penat namun juga menambah keakraban dengan
peserta yang lain, serta membangun rasa kebersamaan dan solidaritas satu sama
lain. Setelah rangkaian acara tersebut mahasiswa baru diberi waktu untuk
bersih-bersih dan acara hari kedua ini ditutup dengan pembagian hadiah kelompok
yang memenangkan fun games tersebut. Meskipun acara ini tergolong singkat tetapi
dari panitia berharap bisa sebagai pembuka tirai penyekat antara satu dengan
yang lainnya.
Penulis: Kawan literasi & jurnalistik 26
